UBSI Kampus Karawang Tanamkan Nilai Etika Digital Berlandaskan Pancasila di MA Ghoyatul Jihad

0 23

BSINews, Karawang – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut generasi muda untuk memiliki etika dalam berinteraksi di dunia maya. Semangat inilah yang dihidupkan oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang mengusung tema “Pancasila sebagai Nilai Etika di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah (MA) Ghoyatul Jihad, Bekasi, pada Senin (27/10).

Melalui Kegiatan PKM, Mahasiswa UBSI Edukasi Siswa tentang Etika Bermedia Sosial Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila

Kegiatan yang menjadi bagian dari mata kuliah Pendidikan Pancasila ini bertujuan menanamkan pentingnya etika dalam penggunaan media sosial di kalangan siswa. Di era digital yang sarat informasi, mahasiswa UBSI kampus Karawang hadir membawa pesan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pedoman moral dalam bersikap dan berinteraksi di ruang maya.

Kegiatan ini dipimpin oleh Muzaki Aditya Wibowo sebagai ketua kelompok, dengan anggota Aing Mulyana, Aulia Zahra Ramadhani, Keysha Chalisa Nurcholiq, dan Raffa Putra Harlino. Mereka berperan sebagai agen perubahan yang berupaya memperkuat karakter generasi muda agar bijak, sopan, dan bertanggung jawab saat bermedia sosial.

“Anak muda adalah pengguna media sosial paling aktif. Karena itu, penting bagi mereka untuk memahami bahwa setiap unggahan memiliki dampak. Nilai-nilai Pancasila bisa menjadi filter moral dalam dunia digital,” ujar Muzaki, dalam keterangan rilis, Rabu (29/10).

Baca juga: Nurul Ichsan Inspirasi Mahasiswa UBSI Kampus Karawang dalam Talkshow Indonesia Cerdas Fest 2025

Kegiatan yang digelar di aula MA Ghoyatul Jihad ini diawali dengan pemaparan materi seputar etika bermedia sosial, bahaya ujaran kebencian, serta fenomena perundungan daring yang marak di kalangan remaja. Mahasiswa UBSI kampus Karawang menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila, terutama sila kedua dan kelima, yang menyoroti aspek kemanusiaan, keadilan, serta rasa hormat terhadap sesama.

Dalam suasana yang santai namun edukatif, para siswa diajak berdiskusi tentang perilaku digital sehari-hari, seperti cara berkomentar dengan sopan, menyebarkan informasi yang benar, hingga menghindari provokasi di media sosial. Diskusi interaktif membuat para peserta lebih terbuka menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka selama menggunakan media sosial.

Menurut Aulia Zahra Ramadhani selaku salah satu anggota kelompok, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus peserta.

“Kami melihat langsung bagaimana siswa begitu aktif dan kritis dalam menanggapi isu etika digital. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran seperti ini dibutuhkan dan harus terus digalakkan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari sesi refleksi, para siswa juga mengisi Google Form berisi pertanyaan tentang perubahan pemahaman mereka setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, mahasiswa UBSI kampus Karawang mengajak peserta membuat konten digital positif, berupa pesan-pesan inspiratif yang menggambarkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan online.

Pihak MA Ghoyatul Jihad menyambut antusias kegiatan PKM tersebut. Mereka menilai kegiatan ini relevan dengan kebutuhan generasi muda di tengah derasnya arus informasi dan media sosial. Kepala sekolah MA Ghoyatul Jihad, Jaenul Anwar, menyebut bahwa literasi digital yang berlandaskan etika Pancasila merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter pelajar yang cerdas dan beradab.

“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa UBSI yang datang langsung memberikan edukasi kepada siswa kami. Nilai-nilai Pancasila perlu diajarkan secara kontekstual, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi saat ini,” tutur Jaenul Anwar.

Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar para siswa tidak hanya mahir secara teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan moral dan sosial. Interaksi langsung dengan mahasiswa menjadi pengalaman baru bagi mereka dalam memahami bagaimana menerapkan etika di dunia maya secara konkret.

Baca juga: HIMASI UBSI Kampus Karawang Gencarkan Penguasaan Logika Pemrograman untuk Mahasiswa Sejak Dini

Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa UBSI kampus Karawang menunjukkan peran aktif mereka sebagai bagian dari masyarakat akademik yang peduli terhadap perkembangan etika generasi muda. Bagi mereka, pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga perguruan tinggi yang memiliki kewajiban moral untuk berbagi pengetahuan dan nilai positif kepada masyarakat.

Mahasiswa UBSI kampus Karawang juga menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, melainkan pedoman hidup yang dapat diimplementasikan di semua aspek kehidupan, termasuk di ruang digital yang sering kali bebas tanpa batas.

“Dengan memahami nilai-nilai Pancasila, kita bisa lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Media sosial seharusnya menjadi sarana untuk menebarkan kebaikan, bukan konflik,” ujar Keysha Chalisa Nurcholiq menambahkan.

Kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh mahasiswa UBSI kampus Karawang di MA Ghoyatul Jihad menjadi bukti konkret implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya melaksanakan kewajiban akademik, tetapi juga menginspirasi siswa agar lebih bijak, beretika, dan berjiwa Pancasila di dunia digital.

Pengalaman ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai luhur bangsa dapat dihidupkan kembali dalam konteks modern. Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, mahasiswa UBSI turut meneguhkan perannya dalam membentuk masyarakat yang cerdas digital, berkarakter kuat, dan berlandaskan moral kebangsaan.

Dengan semangat tersebut, UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul, kreatif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan industri digital tanpa meninggalkan nilai etika dan kemanusiaan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.(Dina Olivia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.