UMKM Siap Go Global! Dosen UBSI Bogor Latih Strategi Bisnis Ekspor di Bojong Gede
BSINews, Bogor-Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Bogor sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) dengan tema “Pelatihan Strategi Bisnis UMKM untuk Memasuki Pasar Ekspor”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 24 Mei 2025, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, dan diikuti oleh 17 pelaku UMKM dari wilayah Pabuaran. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membekali para pelaku usaha lokal dengan pengetahuan dan strategi agar mampu menembus pasar internasional secara mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga: Dosen UBSI Berikan Penyuluhan Pemanfaatan AI untuk Fotografi Profesional kepada Warga Pekayon Jaya
Kegiatan PM ini diketuai oleh Suryanto Sosrowidigdo, yang juga menjadi narasumber utama. Ia dibantu oleh tim dosen lainnya yakni Herudini Subariyanti, sebagai tutor utama, serta Faizal Roni dan Ida Hendarsih. Beberapa mahasiswa Universitas BSI juga terlibat aktif sebagai tim pendamping.
Dalam keterangannya, Suryanto menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang dengan pendekatan yang aplikatif dan praktis agar para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam bisnis mereka.
“UMKM lokal punya potensi besar untuk naik kelas, termasuk merambah pasar ekspor. Namun mereka membutuhkan bimbingan teknis yang terarah, terutama terkait riset pasar, legalitas, serta pemasaran digital global,” ujarnya.
Materi pelatihan meliputi beberapa aspek penting, antara lain: pemetaan peluang pasar luar negeri, riset pasar ekspor, penyesuaian produk, penyusunan rencana bisnis ekspor, serta digital marketing internasional melalui platform seperti Etsy, Alibaba, dan Amazon Handmade. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang legalitas dan dokumen ekspor seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikasi produk. Pelatihan ini dirancang secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi, dan simulasi langsung penyusunan rencana ekspor.
Herudini Subariyanti selaku tutor pelatihan menyampaikan bahwa penting bagi UMKM memahami standar kualitas dan preferensi konsumen global.
“Banyak pelaku UMKM kita sebenarnya punya produk yang menarik, tetapi belum tahu cara menyesuaikan kemasan, label, atau strategi branding untuk pasar luar negeri. Di sinilah peran pelatihan seperti ini menjadi sangat relevan,” tuturnya saat sesi diskusi.
Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Salah satu peserta, Ibu Lilis, pemilik usaha kerajinan tangan dari Pabuaran, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini.
Baca Juga: Dosen UBSI Berikan Pelatihan Pemanfaatan TikTok sebagai Media Promosi UMKM Rawa Panjang
“Saya baru tahu ternyata kita bisa jual produk langsung ke luar negeri lewat platform seperti Etsy dan Amazon Handmade. Selama ini saya pikir ekspor itu rumit dan harus punya modal besar,” ujarnya.(RDX)