Dosen UBSI Kampus Tasikmalaya Hadirkan Inovasi Limbah Tekstil Mendong untuk UMKM Lokal

0 26

BSINews, Tasikmalaya — Tim dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya, yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, meraih pendanaan Program Pengembangan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pendanaan tersebut diperoleh setelah tim bersaing dengan ribuan proposal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Proposal diajukan pada periode 3–29 Desember 2025 dengan judul “Pendampingan Inovasi Produk Kreatif Hibrida Limbah Tekstil-Mendong dengan Penguatan Manajemen Usaha Berbasis TI pada UMKM Jempol Jaya Tasikmalaya”.

Program tersebut dipimpin Bambang Kelana Simpony dengan anggota Dini Silvi Purnia dan Cepi Cahyadi.

Raih Pendanaan PKM 2026 dari DPPM Kemdiktisaintek

Bambang mengatakan program pengabdian masyarakat ini berfokus pada inovasi produk, transformasi digital, serta pemberdayaan kemitraan lokal. Inovasi produk dilakukan melalui penggabungan limbah tekstil dengan kerajinan mendong khas Tasikmalaya guna meningkatkan nilai tambah sekaligus mendukung konsep ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, tim juga melakukan pendampingan transformasi digital bagi UMKM Jempol Jaya melalui penguatan manajemen usaha berbasis teknologi informasi, termasuk sistem pembukuan, pemasaran, dan pengelolaan inventori.

Menurut Bambang, keberhasilan meraih pendanaan tidak terlepas dari penyusunan proposal yang berbasis pada kebutuhan nyata mitra.

“Proposal harus berangkat dari permasalahan riil di lapangan dengan analisis kebutuhan yang jelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, unsur kebaruan dalam program serta kolaborasi lintas bidang ilmu menjadi nilai tambah dalam proses penilaian.

Baca juga : Lewat Hibah DPPM Kemdiktisaintek, Dosen UBSI Perkuat Usaha Kopi Wintira

Bambang juga menekankan pentingnya kesesuaian proposal dengan pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, termasuk aspek administratif dan luaran yang dijanjikan.

Selain itu, aspek keberlanjutan program menjadi perhatian utama tim penilai, terutama program yang mampu memberikan dampak jangka panjang bagi mitra.

Pencapaian ini menunjukkan komitmen UBSI kampus Tasikmalaya sebagai Kampus Digital Kreatif dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan UMKM berbasis teknologi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.