Hampir Menyerah di Semester Akhir, Mahasiswi Ini Justru Jadi Wisudawan Terbaik UBSI
BSINews, Bekasi-Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menggelar Wisuda ke-63 dengan tema “Grow With Vision” yang berlangsung di BSI Convention Center Klayang, Bekasi, pada Selasa (21/4/2026). Dalam momen tersebut, seorang mahasiswi Program Studi Manajemen berhasil meraih predikat wisudawan terbaik setelah menjalani perkuliahan sambil bekerja sejak semester awal.
Baca juga: Inspiratif! Biaya Sendiri dan Tetap Berprestasi, Jadi Wisudawan Terbaik UBSI
Mahasiswi tersebut, Nanda Purvitasani, mengaku haru dan bangga atas pencapaiannya. Ia menyebut momen saat namanya diumumkan menjadi salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidupnya, terutama karena dapat membanggakan keluarga.
“Deg-degan banget, tapi aku happy banget bisa bawa nama orang tua. Apalagi tadi sempat maju, rasanya nggak bisa dinilai, benar-benar bahagia,” ujarnya saat di wawancara secara langsung, Selasa (21/4).
Sejak awal perkuliahan, Nanda telah memilih jalur reguler malam agar tetap bisa bekerja di pagi hari. Aktivitasnya padat, mulai dari bekerja hingga mengikuti perkuliahan setiap Senin sampai Jumat. Bahkan, ia sempat berpindah kampus dari Cengkareng ke Slipi pada semester tujuh karena menyesuaikan lokasi kerja.
“Dari semester awal aku sudah kuliah sambil kerja. Paginya kerja, sore sampai malam kuliah. Pindah kampus juga karena tempat kerja pindah,” jelasnya.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendukung mahasiswa untuk berkembang, termasuk mereka yang menjalani peran ganda sebagai pekerja dan mahasiswa, sehingga mampu meraih prestasi akademik yang membanggakan.
Dalam perjalanannya, Nanda menghadapi berbagai tantangan, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga persoalan pribadi. Ia mengaku sempat mengalami masa sulit hingga hampir menyerah, terutama di semester akhir.
“Aku sempat ngerasa nyerah di semester 7, bahkan itu jadi salah satu alasan aku pindah kampus karena kondisi pertemanan yang sudah nggak sehat. Tapi aku tetap lanjut karena ingat tujuan,” ungkapnya.
Meski harus menghadapi tekanan, Nanda tetap berusaha menyelesaikan studinya dengan maksimal. Ia memanfaatkan waktu luang, termasuk akhir pekan, untuk mengerjakan tugas meski harus mengorbankan waktu istirahat.
“Kalau ada tugas, walaupun mepet tetap aku kerjain. Walaupun begadang, besoknya tetap kerja. Itu sudah jadi risiko yang harus dijalani. Aku yakin ini bukan cuma karena usaha aku, tapi juga karena doa orang tua. Dari awal aku sudah yakin bisa,” tambahnya.
Baca juga:Mahasiswi Pekerja Berhasil Lulus, Tekankan Pentingnya Manajemen Waktu bagi Wisudawan UBSI
Setelah lulus, Nanda berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di bidang Manajemen, meskipun saat ini ia ingin fokus mencari pekerjaan yang lebih baik.
“Aku mau lanjut S2, tapi mungkin setelah dapat pekerjaan yang lebih baik dulu,” tuturnya.