Syaira dan Semesta Buku, Mahasiswi UBSI Kampus Karawang yang Menyalakan Api Literasi
BSINews, Karawang – Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya menjadi bagian dari gerakan besar yang menumbuhkan budaya baca di daerahmu sendiri? Itulah yang sedang dijalani oleh Syaira Khobron Jumadila, mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang.
Ia melangkah dengan percaya diri sebagai finalis 10 besar Pasanggiri Duta Baca Kabupaten Karawang 2025, dari total 26 peserta yang berlaga membawa gagasan dan semangat literasi masing-masing.
Baca juga: Mahasiswi UBSI Kampus Karawang Raih Prestasi Gemilang di PON Beladiri Judo 2025
Ajang tahunan ini bukan sekadar lomba, tapi panggung bagi anak muda Karawang untuk menyalakan obor literasi di tengah masyarakat. Syaira, dengan tutur hangat dan pandangan jernihnya, ingin membuktikan bahwa mahasiswa bisa lebih dari sekadar pembaca buku, mereka bisa jadi penggerak perubahan sosial.
“Menjadi Duta Baca bukan sekadar gelar, tapi tanggung jawab untuk menularkan semangat membaca kepada orang lain,” ujar Syaira dalam salah satu sesi pembekalan finalis. Kalimat yang sederhana, tapi terasa seperti tamparan lembut bagi siapa pun yang sudah lama berhenti membuka buku.
Perjalanan Syaira menuju 10 besar bukan jalan lurus tanpa belokan. Ia harus melewati serangkaian seleksi ketat yang menilai komunikasi, pengetahuan literasi, hingga rancangan program kerja. Tapi semua itu tidak asing baginya. Sebab di kampus, Syaira memang sudah akrab dengan dunia sosial dan pendidikan.
Ia aktif dalam BSI Explore 2025, program tahunan UBSI yang berfokus pada literasi dan numerasi di berbagai daerah. Lewat kegiatan ini, mahasiswa turun langsung ke lapangan mengajar anak-anak, mengenalkan literasi digital, dan menanamkan kesadaran numerasi praktis di masyarakat.
Bisa dibilang, dari kegiatan lapangan itulah Syaira belajar bahwa literasi bukan cuma tentang membaca buku, tapi tentang bagaimana ilmu bisa menjelma jadi tindakan. Dari ruang kelas ke ruang publik, dari teori ke empati.
Program Duta Baca Kabupaten Karawang sendiri merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang digerakkan pemerintah daerah bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah. Tujuannya sederhana tapi mulia, mencari sosok muda yang bisa menularkan kebiasaan membaca, menulis, dan berpikir kritis ke masyarakat luas.
Bagi UBSI, langkah Syaira adalah bukti bahwa pendidikan tak berhenti di bangku kuliah. Melalui berbagai kegiatan sosial dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kampus ini terus mendorong mahasiswanya untuk terjun langsung ke masyarakat.
Baca juga: Workshop Digital Kreatif UBSI Kampus Karawang di SMK Nurul Ansor Kenalkan Program BJU
Kisah Syaira mengingatkan kita bahwa menjadi penggerak literasi tidak harus menunggu panggung besar. Kadang, semua bermula dari kebiasaan kecil, membaca 15 menit sehari, menulis catatan sederhana, atau berbagi cerita di media sosial. Dari hal-hal sepele seperti itulah budaya baca bisa tumbuh, dan perubahan bisa berakar.
Syaira telah menyalakan apinya. Sekarang tinggal giliranmu membuka satu halaman, dan mungkin, membuka satu dunia baru.(ACH)
Bangga