Al Fathan Mohammad Ciptakan Sejarah dengan IPK Sempurna 4.00 di Wisuda ke 60 Universitas BSI
BSINews, Bekasi-Di tengah gemerlapnya acara Wisuda ke-60 Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) yang berlangsung di BSI Convex, Jakarta, pada Senin, 2 Desember 2024, salah satu momen paling membanggakan terukir melalui pencapaian luar biasa seorang wisudawan. Al Fathan Mohammad mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat (D3), berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, 4.00. Prestasi ini tidak hanya mencerminkan kecerdasan akademis, tetapi juga mencerminkan dedikasi, kerja keras, dan semangat tak kenal lelah yang telah ditempuh Fathan sepanjang perjalanan pendidikannya.
Baca Juga: Jauh dari Flores, Maria Ivelin Nehe: Mahasiswa Perantau Jadi Bintang di Wisuda ke-60 BSI
Lebih dari sekadar angka, IPK 4.00 yang diraihnya menjadi simbol perjuangan dan tekad untuk mencapai yang terbaik. Keberhasilan ini tidak hanya memberi kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga menginspirasi ribuan mahasiswa lainnya untuk terus berusaha, berjuang, dan pantang menyerah dalam meraih impian mereka. Fathan adalah contoh nyata bahwa dengan komitmen yang tinggi dan niat yang tulus, segala hal yang tampak sulit sekalipun bisa tercapai.
Bagi Fathan, pencapaian ini tak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Dalam wawancaranya, ia mengungkapkan bahwa motivasi utama dalam meraih kesuksesan akademik adalah orang tua yang telah membiayai kuliahnya sepenuhnya.
“Kedua orang tua saya telah membiayai saya sepenuhnya untuk kuliah, sehingga saya merasa tidak boleh mengecewakan mereka. Mereka adalah alasan utama saya untuk tetap fokus dan bersemangat,” ujar Fathan, penuh haru.
Namun, perjalanan akademik yang mulus bukanlah hal yang mudah. Fathan mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah rasa malas yang kadang muncul, terutama saat mengerjakan tugas-tugas kuliah. Meski begitu, ia selalu mengingat pengorbanan orang tuanya yang telah memberikan dukungan penuh agar tetap termotivasi.
“Setiap kali rasa malas datang, saya selalu ingat bahwa orang tua saya telah berkorban banyak untuk pendidikan saya. Ini yang membuat saya tetap konsisten dan fokus,” tambahnya.
Selain berfokus pada akademik, Fathan juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, khususnya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Islam.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan banyak manfaat, tidak hanya dalam mengembangkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga dalam membentuk karakter dan kepribadiannya.
“Mengikuti kegiatan kerohanian membuat saya lebih bijak dalam mengelola waktu dan lebih peka terhadap sesama. Ini sangat membantu dalam menjaga keseimbangan antara akademik dan kehidupan pribadi,” ujarnya.
Kunci sukses bagi Fathan, menurutnya, adalah mendengarkan nasihat orang tua dan aktif berkomunikasi dengan dosen. Ia menyarankan kepada mahasiswa lainnya untuk tidak hanya fokus pada pelajaran, tetapi juga untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan dosen agar dapat lebih memahami materi.
“Dosen adalah sumber ilmu yang sangat berharga. Saya selalu berusaha untuk bertanya dan aktif dalam setiap kesempatan agar bisa memahami materi dengan lebih baik. Selalu percaya pada diri sendiri, dengarkan nasihat orang tua, dan patuhi peraturan dosen. Tidak ada jalan pintas untuk sukses, hanya kerja keras dan tekad yang tak tergoyahkan,” jelas Fathan dengan tegas.(RDX)