Kegiatan Mahasiswa Broadcasting Semester 3
Ajang Bergengsi Broadcasting Award
Sobat muda, November 2011 merupakan tahun ke-9 Broadcasting Award diselenggarakan AKOM BSI Jurusan Penyiaran. Ada yang beda antara tahun-tahun penyelenggaraan sebelumnya dengan tahun ini. Apa perbedaannya? Tahun ini, untuk pertama kalinya Yayasan Bina Sarana informatika memberikan Piala Bergilir sebagai wujud apresiasi pihak yayasan kepada ajang BSI Broadcasting Award. Tentu saja pemberian Piala Bergilir akan lebih menstimuli para mahasiswa dari semua kampus broadcasting untuk mengeksplorasi potensi masing-masing.
Penyerahan Piala Bergilir Yayasan BSI akan diberikan pada malam apresiasi sesi ke-4, tepatnya pada 26 November 2011 untuk kampus yang menjadi juara umum. Juara Umum adalah kampus broadcasting yang memiliki jumlah poinnya tertinggi dari hasil pembagian point selama 4 sesi berjalan. Pemenang berhak memboyong Piala bergilir selama setahun ke kampus yang menjadi pemenangnya, lalu memajangnya di ruang ADM dengan posisi yang strategis agar mudah dilihat sobat-sobat muda BSI, dengan harapan dapat menginspirasi sobat BSI lainnya.
Broadcasting award menjadi ajang kompetisi bergengsi bagi mahasiswa semester tiga jurusan Penyiaran layaknya ajang kompetisi FFI. Karena di momen inilah sobat muda semester tiga dapat mengeksplorasi potensi dan unjuk kemampuan membuat film durasi 5 menit dengan genre yang telah ditentukan panitia. Secara keilmuan, mereka baru mendapatkannya di semester tiga, seperti tehnik kamera, tehnik penulisan naskah drama, teknik penyutradaraan, tata cahaya, tata audio dan tehnik editing. Sementara tata artistik, belum dipelajari. Disinilah kelebihan mahasiswa, walaupun belum mendapat pembelajaran di kelas tapi mereka berani mencoba.
Minat mahasiswa cukup besar mengikuti kegiatan BSI Broadcasting Award terbukti setiap kegiatan diikuti sekitar kurang lebih 1000 orang mahasiswa yang dibagi dalam 4 sesi. Tiap sesi berlangsung selama 3 hari, hari pertama produksi harus selesai lanjut masuk ke proses editing, editing hanya diberi waktu 12 jam, jadi dengan waktu yang cukup sempit sobat muda, para peserta dituntut fokus dan serius memproduksi film mereka. Hasilnya tidak mengecewakan karena film-film mereka layak tonton untuk kapasitas mahasiswa semester tiga.
Rasa lelah selama produksi bagi peserta itu terbayar dengan prestasi yang mereka raih, bagi yang belum terpilih menjadi pemenang jangan bersedih hati, karena mereka sudah bisa membuktikan dapat memproduksi sebuah film dalam hitungan tiga hari. Oke sobat muda jangan pernah berhenti berkarya, jaga terus semangatmu. (STL/BSI News)