Memberantas Korupsi Melalui Pendidikan
Jakarta Bsi News
Untuk melahirkan generasi muda
yang bebas dan bersih dari korupsi, berbagai upaya diterapkan oleh bangsa ini, tidak terkecuali oleh kampus
BSI. Kampus BSI patut berbangga hati
karena mantan penasihat KPK Abdullah
Hehamahua dapat meluangkan waktunya untuk berkunjung ke kampus BSI, 08/06/15.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh
Naba Aji Notoseputro selaku Direktur BSI, Dwi Astuti Ratriningsih selaku Kepala
BAKU, Diah Puspitasari selaku Kepala BAAK,
Mochamad Wahyudi selaku Pudir 1 Bidang Akademik serta beberapa ketua jurusan dari
masing-masing program studi.
Dalam kunjungannya mantan
penasihat KPK Abdullah Hehamahua sedikit
mengulus mengenai pendidikan yang ada di Indonesia saat ini. Dalam ulasannya ia menyebutkan bahwa yang
menjadi salah satu problem pendidikan saat ini
adalah tenaga pengajar hanya sebagai pengajar bukan pendidik. “Jangan
hanya jadi pengajar saja, namun juga pendidik. Saya berharap BSI melahirkan
manusia-manusia yang cerdas dan jujur”, ujar Abdullah.
Dalam penjelasanya Abdullah juga
menjelaskan bahwa saat ini semua dapat dikorupsikan. Saat ini sangat marak kita
temui hal-hal yang dikorupsikan. Beberapa
contoh yang saat ini ditemukan adalah uang palsu, beras palsu, bahkan
suami palsu. Oleh sebab itu untuk memberantas korupsi Abdullah menyebutkan
dapat dilakukkan melalui pendidikan dan pemberantasan sistim.
Disela-sela kunjungannya Abdullah
menceritakan mengenai beberapa pengalaman hidupnya baik ketika ia masih kuliah,
dan waktu menjabat sebagai mantan
penasihat KPK. Setelah mencerikan berbagai pengalaman menarikannya, Abdullah
membuka sesi pertanyaan. Hal yang baik ini tidaklah disia-siakan. Beberapa
pertanyaan terlontar dari para hadirin. Dengan semangat dan detail Abdullah pun
menjelaskan beberapa pertanyaan tersebut. Setelah itu acara ditutup dengan foto
bersama. (ana)