Dosen Universitas BSI Berikan Pemahaman Perlunya Manajemen Komunikasi Berbasis Teknologi untuk UMKM
BSINews,Bekasi-Salah satu meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat, dosen Fakultas ilmu Komunikasi dan Bahasa Universitas BSI (Bina Sara Informatika) melakukan pengabdian masyarakat secara mandiri yang dilaksanakan secara kelompok, terdiri dari dosen dan mahasiswa. Pengabdian yang diberi tajuk Sosialisasi Manajemen Komunikasi Organisasi Berbasis Teknologi menyasar FKRW Kelurahan Teluk Pucung Kota Bekasi, pada Sabtu (21/10/23).
Baca Juga: Dosen Universitas BSI Berikan Pelatihan Penggunaan Capcut sebagai Media Pembelajaran yang Inovatif
Acara Pengabdian Masyarakat ini dihadiri oleh beberpa dosen Universitas BSI yakni Tuty Mutiah, Arvin Hardian, Agung Raharjo, Chepi Nurdiansyah, Lilik Edi Saputra. Acara juga dihadiri kepala kampus Universitas BSI Kaliabang Muhammad Tabrani, Ketua UMKM teluk Pucung Andika Lukman , Sekretaris FKRw teluk Pucung Karsino.
Dede Nurahman selaku pemateri owner kebun design sekaligus dosen Universitas BSI dalam paparannya menekankan pada alasan pentingnya komunikasi serta peran teknologi dalam komunikasi organisasi.
“Komunikasi pemasaran tidak saja sebagai alat untuk melakukan kontak hubungan dengan para konsumen dan calon konsumen, komunikasi pemasaran juga sebagai alat untuk menjamin dapat berhubungan dengan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap suatu produk,” jelas Dede dalam keterangan tertulis pada Rabu, (1/11/10).
Sementara itu, Dr.Saharudin prodi perhotelan Universitas BSI memamaprkan tentang pelatihan K3 penjamah makanan (food handler) bagi UMKM . Materi ini dimaksudkan agar UMKM dapat maksanaan k3 di lingkungan dapur ini juga salah satu usaha untuk meminimalisir adanya kecelakaan di tempat kerja, mengurangi kelelahan kerja, menambah produktivitas manusia, dan juga memelihara lingkungan kerja yang sehat da juga efisien.
“Kongkritnya pelatihan ini mencoba memaparkan konsesp Melaksanakan Program dan Prosedur Keamanan Pangan. Melakukan Praktek Penanganan Pangan Yang Aman. Melakukan Kebersihan Diri dan Lingkungan dalam Pengelolaan Jasa Usaha Makanan Berdasarkan Prinsip Hygiene Sanitasi,” jelasnya.
Lebih lanjut Dr. Saharudin juga menjelaskan soal solusi makanan yang di makan tidak boleh membahayakan konsumennya. Baik melalui faktor biologis, kimiawi atau melalui kontaminan lainnya.
Baca Juga: Dosen Universitas BSI Beri Pelatihan Public Speaking Pada Anggota PKK RW 13 Cibubur
“Melalui food safety dan kualitas yang dikontrol, akan menjamin didapatkannya makanan yang aman, baik melalui seluruh siklus pembuatannya, seperti produksi makan, penangannnya, proses, pengepakan, penyiapannya maupun penyajiannya,” tandasnya.(RDX)