Universitas BSI Kampus Tasikmalaya Berikan Pelatihan Aplikasi Stunting di Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya
BSINews, Tasikmalaya-Pengabdian Masyarakat yang digelar di Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya oleh Dosen-dosen dan mahasiswa Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Tasikmalya yang bertajuk “ Implementasi Teknologi untuk Pendataan dan Monitoring Stunting di Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya”, yang berlangsung pada Sabtu 29 Juni 2024.
Baca Juga: Dosen Universitas BSI Berikan Pengenalan Chat GPT Sebagai Media Pembelajaran Mandiri
Kegiatan ini merupakan bentuk Tridarma Perguruan Tinggi dosen selain Pengajaran dan Penelitian seperti yang diungkapkan oleh Kaprodi Universitas BSI Tasikmalaya Deddy Supriadi dalam pembukaan Pelatihan untuk para Kader Posyandu .
Deddy Supriadi yang juga selaku pemateri mengatakan stunting sendiri merupakan kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek di bandingkan tinggi badan orang lain pada umumnya(yang seusia),hal ini disebabkan oleh kurang nya asuoan gizi yang diterimna oleh janin bayi semasa ibu hamil dan kurang nya pengetahuan ibu mengenai Kesehatan gizi sebelum hamil atau sesudah hamil .
“Kegiatan pelatihan ini mengoperasikan aplikasi stunting nya melalui HP ,sehingga para kader posyandu di setiap desa bisa menditeksi warga nya yg terkena stunting atau tidak nya .Aplikasi stunting sendiri menampilkan 6 menu utama yaitu layanan Bumil ,Layanan anak, layanan calon pengantin ,layanan remaja putri, layanan keluarga dan layanan cegah stunting,” jelas Deddy.
Sementara itu, Siti Gustini selaku perwakilan dari Kecamatan Jamanis dan tim penggerak penuntasan Stunting di Kecamatan Jamanis mengatakan sekitar 284 orang terkena stunting yg tersebar dari 8 desa dan 61 posyandu , angka ini turun sekitar 10,2 % .
“Usaha yang dilakukan Kader posyandu dalam hal ini penyuluhan-penyuluhan oleh mengenai stunting dan cara pencegahannya .Upaya pemeritah dalam hal ini adalah pemberian makanan dari dana desa..dan bantuan dari provinsi, alhamdullilah penurunan angka stunting di kecamatan Jamanis turun sekitar 10,2 %,” tutur Siti.
Ani Rohani salah seorang peserta pelatihan menjelaskan pelatihan penerapan aplikasi stunting di HP android sangat memudahkan untuk menditeksi warga yang terkena stunting.
“Saya berharap dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan saya dalam mengelola dan memantau data stunting secara lebih efektif dan akurat. Dengan aplikasi ini, diharapkan penanganan stunting di kecamatan dapat lebih terintegrasi dan responsif, sehingga angka stunting dapat ditekan,” tuturnya.(RDX)