Dari Karawang Sampai Sumatera Selatan, Cerita Si Beasiswa yang Melejit di Pertukaran Mahasiswa Merdeka!

0 172

BSINews, Karawang – Siapa bilang mahasiswa penerima beasiswa itu cuma bisa duduk manis di kelas sambil ngantuk? Kenalkan, Euis Nurmalasari, mahasiswa semester akhir dari Program Studi Sistem Informasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Karawang.

Euis membuktikan bahwa status penerima beasiswa KIP-Kuliah bukan cuma soal angka di buku, tapi juga tentang petualangan menaklukkan dunia pendidikan yang lebih luas. Belum lama ini, Euis berhasil terpilih jadi peserta dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 3 di Politeknik Negeri Sriwijaya, Sumatera Selatan. Gimana nggak bangga coba, Euis jadi yang pertama dari kampusnya yang ikutan program ini!

Baca juga: Pengalaman Gila dari Program Pertukaran Mahasiswa, Saatnya Kamu Jajal Hidup di Negeri Orang!

Nah, buat yang belum tahu, program Pertukaran Mahasiswa Merdeka itu semacam paket all-in-one buat mahasiswa yang pingin belajar sekaligus menjelajah. Bayangkan, satu semester penuh kamu bisa dapat pengalaman belajar di kampus lain di Indonesia, sambil mengeksplor keberagaman budaya dan mempererat persatuan. Program ini memang bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka alias MBKM yang digagas oleh Kemendikbudristek sejak Januari 2020. Bayangkan, bukan cuma mata kuliah yang bisa kamu konversi sebanyak 20 SKS, tapi juga wawasan kamu bakal lebih luas dari Sabang sampai Merauke.

Program ini dimulai dari 31 Agustus 2023 sampai 28 Januari 2024. Selama satu semester itu, Euis mengikuti lima kelas dengan mata kuliah yang berbeda-beda, dari semester 1 sampai semester 5. Jangan bayangkan cuma belajar di kelas saja, ya. Di sini juga ada Modul Nusantara yang bikin pengalaman belajar jadi makin kaya.

Apa itu Modul Nusantara? Ini adalah mata kuliah yang fokus pada pengembangan wawasan, intelektual, dan keberagaman. Terdiri dari empat poin utama, antara lain kebhinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial. Satu semester penuh alias 16 pertemuan, Euis dan teman-teman pertukaran lainnya nggak cuma belajar teori, tapi juga terjun langsung ke lapangan. Mereka mengunjungi tempat bersejarah di Sumatera Selatan, bertemu tokoh agama, ahli budaya, dan merefleksikan banyak hal penting. Seru banget, kan?

Kalau kata Euis, bertukar cerita dan pengalaman dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain dengan almamater yang beragam adalah momen yang tak ternilai. Dari perbedaan suku, ras, agama, dan budaya, mereka jadi merasakan betapa kayanya Indonesia. “Awalnya kita nggak punya rencana buat saling ketemu, tapi lewat program ini, kita bisa membangun relasi yang nggak disangka-sangka,” ujarnya dengan antusias.

Bagi Euis, Bumi Sriwijaya bukan cuma jadi tempat belajar, tapi juga jadi saksi petualangan barunya. “Setiap tempat yang aku kunjungi punya cerita dan sejarahnya sendiri. Ini bikin aku yakin kalau akan selalu ada orang-orang baik di manapun kita berada dan kemanapun kita pergi,” tambah Euis sambil tersenyum. Pengalaman ini juga membuat Euis semakin yakin kalau dia bisa melihat dunia yang jauh lebih hebat di masa depan!

Baca juga: Universitas BSI Gelar Pelepasan Mahasiswa Lolos Seleksi Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN) Batch IV Tahun 2024

Tentu saja, semua ini nggak lepas dari dukungan Kemendikbudristek dan Universitas BSI Kampus Karawang, terutama dari Prodi Sistem Informasi Universitas BSI. Berkat mereka, Euis bisa mengikuti serangkaian seleksi dari kampus hingga seleksi di web program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan akhirnya dinyatakan lolos. “Alhamdulillah, saya bisa lolos program ini. Terima kasih banyak untuk semuanya!” ungkap Euis penuh syukur.

Euis juga berbagi motto yang menjadi semangatnya dalam menjalani program ini, “Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya.” Siapa sangka, dari beasiswa di Karawang, Euis bisa melangkah sejauh ini. Salut!(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.