UBSI Sosialisasikan Tugas Akhir dan Tracer Study bagi Mahasiswa Semester Akhir

0 66

BSINews, Jakarta–Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi tahap akhir studi sekaligus masa transisi menuju dunia profesional, Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Utama menggelar kegiatan bertajuk “Sosialisasi Tugas Akhir dan Tracer Study” pada Rabu, 12 Maret 2025 secara daring.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI senantiasa menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya mendukung pencapaian kurikulum, tetapi juga mendorong kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja berbasis teknologi.

Baca juga: UBSI Kampus Pontianak Gelar Pertemuan Akademik, Bahas Evaluasi dan Persiapan Perkuliahan

Sosialisasikan Tugas Akhir dan Tracer Study

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester VI dan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Sri Wasiyanti, Ketua Program Studi SIA UBSI Kampus Kota Bogor, serta Dini Nurlaela, Koordinator BCC (Bina Career Center) UBSI Kampus Utama. Acara dipandu oleh Raja Sabarudin sebagai moderator dan dibuka oleh Miwan Kurniawan Hidayat, Ketua Prodi SIA Kampus Utama.

Dalam sambutannya, Miwan menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap proses penyusunan tugas akhir.

“Tugas akhir bukan hanya soal menyusun laporan, tapi juga melatih mahasiswa berpikir ilmiah dan sistematis. Ini adalah bagian penting dari transformasi mereka menjadi profesional,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan, Sri Wasiyanti menjelaskan berbagai skema penyusunan tugas akhir yang tersedia bagi mahasiswa, mulai dari model komprehensif, reguler, hingga program khusus yang disesuaikan dengan kegiatan MBKM dan PKM. Ia menekankan bahwa penyusunan tugas akhir harus mengikuti pedoman yang berlaku, serta dibarengi dengan sikap tanggung jawab akademik.

“Tugas akhir adalah wujud kontribusi ilmiah mahasiswa. Jangan anggap ini hanya kewajiban administratif. Jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, ini bisa menjadi portofolio penting saat melamar pekerjaan,” ujar Sri.

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa UBSI wajib melengkapi kelulusan dengan dua sertifikasi kompetensi—baik dari BNSP maupun vendor resmi—serta memiliki sertifikat TOEFL Practice Test yang dikeluarkan lembaga bahasa UBSI sebagai bagian dari kelengkapan akademik untuk pengambilan ijazah dan transkrip.

Sementara itu, dalam sesi berikutnya, Dini Nurlaela mengangkat pentingnya tracer study sebagai bagian dari proses evaluasi kampus dalam menyesuaikan kualitas pendidikan dengan kebutuhan industri. Ia memberikan arahan teknis pengisian tracer study dan menekankan peran mahasiswa dalam menyumbang data yang akurat.

“Data dari tracer study akan digunakan untuk memperbaiki kurikulum, menguatkan kerja sama industri, dan menilai seberapa jauh lulusan UBSI siap bersaing di dunia kerja. Jadi, pengisiannya tidak boleh asal-asalan,” tegas Dini.

Ia juga menambahkan bahwa tracer study merupakan kesempatan bagi alumni untuk berkontribusi terhadap pengembangan institusi yang telah membentuk mereka.

Baca juga: Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Persamaan Persepsi Mata Kuliah untuk Persiapan Profesional Melalui Project Based Learning

Kegiatan ini berlangsung dengan interaksi aktif antara mahasiswa dan narasumber. Banyak pertanyaan muncul seputar teknis penyusunan tugas akhir, pemilihan topik, serta kendala umum yang sering dihadapi. Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa kegiatan ini sangat dibutuhkan dan diapresiasi oleh mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif kembali membuktikan komitmennya dalam mendampingi mahasiswa menyelesaikan studi secara terarah dan terencana. Dengan bekal informasi yang jelas dan sistem pendampingan yang kuat, mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan tugas akhir tepat waktu, serta menyadari pentingnya tracer study sebagai langkah awal membangun jejaring profesional dan karier di masa depan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.