Remaja Harus Waspada! Seminar Keperawatan UBSI Buka Fakta Mengejutkan soal Makanan Pedas

0 322

BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Salemba 45 sukses menggelar Seminar Keperawatan dengan tema yang relevan dan futuristik. Dengan mengangkat tema “Tren & Isu Kesehatan Remaja dan Peluang Kerja Perawat ke Jepang”, Aula UBSI kampus Kramat 98  yang menjadi tuan rumah dipenuhi semangat dan rasa penasaran pada Senin (28/4) lalu.

Acara ini pun menjadi magnet bagi para pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang tertarik meniti karier keperawatan hingga ke luar negeri. Pasalnya, Agus Citra Dermawan, Sekretaris Prodi Keperawatan UBSI (saat ini sedang dalam proses penyatuan dengan Akper Bina Insan) yang tampil sebagai pembicara utama berhasil menyulap suasana seminar menjadi ruang diskusi santai namun berbobot.

Baca juga: Lewat Seminar Keperawatan, UBSI Kenalkan Program Keperawatan dan Peluang Karier Global

Fakta mengejutkan soal makanan pedas

Dikenal sebagai “Pak Citra” oleh mahasiswanya, ia menyentil kebiasaan buruk remaja yang sering disepelekan, yakni mengonsumsi makanan pedas dan fast food secara berlebihan. Berdasarkan survei literatur yang ia lakukan terhadap 200 responden, lebih dari 55% remaja mengaku doyan makanan pedas, yang ternyata berpotensi menimbulkan gangguan serius seperti gastritis kronis, anemia berat, hingga iritasi lambung.

“Masalahnya bukan cuma rasa pedas, tapi dampak jangka panjangnya. Jangan anggap sepele! Remaja hari ini adalah usia produktif yang menentukan masa depan bangsa, tapi kalau masih doyan pedas dan junk food tiap hari, masa depan itu bisa terancam,” tegas Citra.

Selain makanan, ia juga menyoroti faktor lain seperti stres akademik, minuman bersoda, dan jadwal makan yang tidak teratur sebagai pemicu penurunan kesehatan remaja. Untuk itu, ia menekankan pentingnya edukasi gizi, intervensi dari sektor kesehatan, dan keterlibatan orang tua dalam membimbing pola hidup sehat sejak dini.

Baca juga: Seminar Keperawatan UBSI Sukses Sulut Semangat Baru Calon Perawat Go Internasional!

Menariknya, Pak Citra juga menyinggung pentingnya pendekatan keperawatan holistik yang bisa menyentuh alam bawah sadar manusia, membantu mengubah kebiasaan buruk menjadi positif dan berkelanjutan. “Kalau kamu sadar, makanan pedas itu lebih banyak negatifnya daripada positifnya. Jadi, mulai sekarang, kendalikan diri,” tutupnya.

Seminar ini pun menjadi momen pembuka mata bagi banyak peserta, bahwa menjaga kesehatan bukan soal usia atau penyakit saja, tapi soal kebiasaan kecil yang berdampak besar. Selain itu, juga menjadi bukti nyata bahwa UBSI bukan sekadar Kampus Digital Kreatif, tapi juga siap bersaing dalam membangun generasi tenaga kesehatan yang berkualitas.

Leave A Reply

Your email address will not be published.