Dosen UBSI Ajak Anak-anak Belajar Akhlak dan Nilai Islam Lewat Metode Digital Interaktif di Perguruan Silat Walet Puti

2 445

BSINews, Depok – Di tengah pesatnya arus digitalisasi, nilai-nilai akhlak dan adab tetap menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan moral anak-anak melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) yang digelar di Perguruan Silat Walet Puti, Depok, pada Sabtu 3 Mei  2025, pukul 09.00 s.d 10.00 WIB.

Mengusung tema “Mengajarkan Akhlak dan Nilai Islam di Era Digital”, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rachmat Adi Purnama, Dekan UBSI sekaligus ketua pelaksana. Ia didampingi oleh dosen-dosen UBSI, yakni Evy Priyanti, Teni Agustina, dan Adhi Dharma Suriyanto, serta sejumlah mahasiswa yang turut terlibat aktif dalam kegiatan.

Baca juga: Dosen UBSI Berdayakan Guru TK IGTKA Cileungsi Lewat Pelatihan Media Sosial untuk Pembelajaran Anak Usia Dini

Dosen UBSI Ajak Anak-anak Belajar Akhlak dan Nilai Islam

Melalui pendekatan digital dan interaktif, anak-anak diajak memahami nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan. Tayangan video edukatif, ilustrasi gambar menarik, hingga aplikasi pembelajaran ringan digunakan untuk menyampaikan materi akhlak dan adab secara kontekstual dan relevan dengan dunia mereka.

“Kami ingin mengenalkan nilai-nilai Islam, seperti menjaga lisan dan berperilaku baik, dengan metode yang mudah dipahami oleh anak-anak. Apalagi mereka kini sangat dekat dengan teknologi, sehingga dakwah pun perlu bertransformasi,” ujar Evy Priyanti, selaku pemateri.

Sesi materi menyoroti pentingnya menjaga ucapan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat bermain gim daring seperti Free Fire atau Roblox, yang kerap menjadi sarana munculnya bahasa yang tidak pantas. Anak-anak diajak menyadari dampak dari kata-kata kasar, dan didorong untuk menjadi teladan dalam bertutur kata yang sopan.

“Kalau teman ngomong kasar, saya enggak ikut-ikutan,” ujar salah satu peserta dengan penuh semangat dalam sesi tanya jawab. Respons antusias ini menunjukkan betapa pendekatan edukatif yang digunakan berhasil membangkitkan kesadaran anak-anak.

Kegiatan semakin meriah dengan pemberian hadiah kepada peserta yang aktif bertanya dan menjawab dengan baik. Selain sebagai apresiasi, hal ini juga menjadi motivasi agar anak-anak terus semangat belajar dan berbuat baik.

Menurut Naufal Muzakki Ramadhan, mahasiswa UBSI yang turut menjadi fasilitator, kedekatan emosional dan pendekatan yang ceria turut menciptakan suasana belajar yang penuh kekeluargaan. “Kami tidak hanya menyampaikan materi, tapi juga bermain dan berdiskusi, agar anak-anak merasa nyaman,” katanya dalam rilis yang diterima, Senin (5/5).

Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kenang-kenangan atas kebersamaan yang terjalin. Foto-foto ini bukan hanya dokumentasi, melainkan pengingat bahwa nilai-nilai Islam dapat diajarkan dengan cara yang relevan dan penuh keceriaan.

Baca juga: UBSI Ajak Anak Muda Jadi Digitalpreneur Lewat Pelatihan Konten Kreatif Berbasis AI

Pada kesempatan itu, Taopik Hidayat, selaku pembina kegiatan, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat. “Ini bukan hanya pengabdian, tapi bentuk nyata bagaimana kampus bisa berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi muda,” ungkapnya.

Kegiatan ini pun menuai harapan dari para peserta. “Semoga acaranya bisa diadakan lagi. Seru dan banyak belajar!” ungkap salah satu anak peserta dengan mata berbinar.

Dengan semangat kolaboratif dan metode yang adaptif terhadap zaman, Universitas Bina Sarana Informatika berharap kegiatan serupa dapat terus digelar demi membentuk generasi yang cerdas secara digital dan kuat secara akhlak.

2 Comments
  1. Danar says

    Kerenn

  2. danar says

    kerenn sekali

Leave A Reply

Your email address will not be published.