Dosen Universitas BSI Latih Remaja RPTRA Kalideres Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

0 185

BSINews, Jakarta – Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang sering digunakan untuk berkomunikasi. Dalam bahasa inggris memiliki empat aspek penting yang diajarkan pada mata pelajaran bahasa Inggris yaitu readingwritinglistening dan speaking.

Melihat hal tersebut, dosen Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sukses menggelar pengabdian masyarakat (PM) kepada remaja di RPTRA Kalidres, Jakarta Barat, secara offline, Minggu (12/3).

Baca Juga : Remaja Mesjid Ikut Pelatihan Berbahasa Inggris Agar Lebih Mahir Dalam Percakapan Sehari-hari

Kegaiatan yang bertajuk “Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris menggunaka metode Total Physical Response” ini beranggotakan Yenni Arif Rahman, Nurhayati S, Rahmi Aulia Nurdini, dan Fitri Apriyanti, serta beberapa mahasiswa Universitas BSI.

Yenni Arif Rahman, selaku ketua dari Pengabdian Masyarakat menjelaskan bahwa berbicara merupakan proses interaksi dimana penutur bermaksud membangun makna melalui produksi, penerimaan, dan pengolahan informasi.

“Kenyataan yang dialami di sekolah formal dan nonformal sekarang adalah sebagian besar siswa memiliki kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris yang kurang memadai. Hal ini terjadi karena kurangnya kesempatan bagi siswa untuk belajar berbicara dan metode mengajar yang digunakan oleh para guru di sekolah kurang dapat membantu peningkatan kemampuan berbicara siswa,”ucap Yenni dalam keterangan tertulis, Senin (13/3).

Ia menambahkan, ada banyak metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi berbicara dalam Bahasa Inggris, salah satunya adalah dengan metode Total Pysical Response (TPR) atau dalam bahasa Indonesia metode ini penerapannya lebih menekankan pada bahasa tubuh atau gerak tubuh.

Baca Juga : Belajar Berbicara Bahasa Inggris Dengan Metode Storytelling dan Media Gambar

“Metode TPR adalah salah satu metode pengajaran bahasa yang dibangun berdasarkan koordinasi ujaran dan tindakan. Dalam metode TPR pengajar memberikan perintah kepada siswa dan kemudian siswa merespon perintah pengajar dengan gerak tubuh. Selain itu, TPR juga diungkapkan sebagai metode pengajaran bahasa yang dibangun antara koordinasi ucapan dan tindakan, sebuah metode pengajaran bahasa melalui aktivitas fisik,” tandasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.