Pelatihan Penentuan Harga Pokok Produksi dan Harga Jual Pada UMKM Tajur Halang Makmur Bogor
BSINews, Bogor – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan capaian 99% dari keseluruhan unit usaha. Sebelumnya, UMKM lokal sempat mengalami penururunan dari tahun 2020 – 2021 dengan permasalahan yang dihadapi yakni antara bahan baku, pendapatan menurun, mengalami penurunan permintaan produk dan lain sebagainya.
Baca Juga : Pelatihan Pembuatan Desain Label Makanan Untuk Promosi Produk Pada UMKM Tajur Halang Bogor
Maka dari itu, untuk menangani kasus tersebut, dosen Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) melaksanakan pelatihan dan pendampingan terhadap UMKM yang merupakan salah satu kebijakan program yang merupakan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, salah satunya UMKM Tajur Halang Bogor.
Pelatihan Pengabdian Masyarakat tersebut sukses dilaksanakan, Sabtu (2/9) dilaksanakan di Kantor Kecamatan Tajur Halang Bogor, dengan menghadirkan peserta sebanyak 21 orang, dan beranggotakan beberapa orang dosen antara lain Hasanudin, Abdurrachman, Ninuk Riesmiyantiningtiasm Indira Widiyastutui, dan dibantu oleh dua orang mahasiswa yakni Fatimah Tuzzahra dan Silfi Dian Lestari.
Hasanudin, selaku ketua pelaksana dari PM mengatakan bahwa kegiatan ini untuk membantu UMKM Tajur Halang dalam mengelola Penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) dan membuat membuat perhitungan HPP secara detail.
Baca Juga : Dosen Universitas BSI Berikan Pelatihan Digital Marketing Kepada Anggota UMKM Koperasi Tajur Halang Bogor
“Pelaksanaan PM ini dilaksanakan untuk membantu pelaku UMKM Tajur Halang Bogor untuk menentukan HPP agar dapat meminimalisir pengeluaran yang dimaksud dan dapat membuat simulasi perhitungan yang menggunakan data-data keuangan yang dimiliki oleh pelaku usaha,” pungkas Hasanudin seperti dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/9).
Ia berharap dengan adanya pelatihan ini peserta yang mengikuti kegiatan PM dapat membuat data keuangan dengan rapi dan dapat dijelaskan secara menarik dan dapat dipahami.
“Semoga dengan adanya pelatihan ini peserta dapat membuat data keuangan lebih rapu dan dapat disajikan dengan menarik dan mudah dipahami,” pungkas Hasanudin.