Dosen UBSI Kampus Tasikmalaya Kembangkan AI Voice, Rancang Pembelajaran Khusus Bagi Siswa Tunanetra
BSINews, Tasikmalaya – Kelompok Penelitian PDP yang diketuai oleh Agung Baitul Hikmah, selaku Dosen sekaligus Kepala Kampus Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya, menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema “Inovasi Teknologi Media Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Siswa Berkebutuhan Khusus Tunanetra”.
FGD tersebut berlangsung di Aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Bahagia, Kota Tasikmalaya, pada Selasa (5/11). Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.30 WIB ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, para guru, dan siswa tunanetra dari SLB Yayasan Bahagia.
Baca juga: Dorong Transformasi Kehumasan di Era Digital, Universitas BSI Ikuti FGD Kehumasan Inovatif
Menurut Agung, kegiatan FGD ini bertujuan untuk menerima masukan terhadap pengembangan aplikasi media pembelajaran berbasis AI yang dirancang khusus bagi siswa tunanetra.
Dalam diskusi tersebut, Agung bersama anggota tim peneliti lainnya, yakni Haerul Fatah yang juga dosen dan Vincent Christian sebagai mahasiswa UBSI kampus Tasikmalaya, memaparkan konsep aplikasi berbasis voice (suara) yang dikhususkan untuk memudahkan siswa tunanetra dalam mengakses materi pembelajaran.
“Harapannya, acara ini bisa memberikan masukan tentang pemanfaatan aplikasi sesuai dengan kebutuhan penggunanya,” ujar Agung, dalam keterangan rilis, Selasa (5/11).
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tim peneliti dan pihak sekolah agar aplikasi ini benar-benar dapat memenuhi kebutuhan siswa tunanetra dalam proses belajar mengajar.
Baca juga: UBSI Gelar FGD Penyusunan Masterplan Desa Wisata Banyusoca di Gunungkidul
Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Yayasan Bahagia, Hj. Lia Anjasmara, turut memberikan masukan agar aplikasi yang dikembangkan dapat mempermudah pembelajaran dan mendukung kebutuhan siswa tunanetra.
“Pelatihan bagi guru dan siswa juga perlu dilakukan agar aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Dan diharapkan, adanya FGD ini dapat menguatkan sinergi antara peneliti dan pihak sekolah dalam mengembangkan aplikasi media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa tunanetra. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan belajar mereka dengan memanfaatkan indera pendengaran sebagai media utama dalam proses pembelajaran,” jelasnya.