Sukses! Mahasiswa UBSI Karawang Gelar Pengabdian Masyarakat Demokrasi di SMPN 3 Rengasdengklok

0 171

BSINews, Karawang, 21 Mei 2025 – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)  sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertema “Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Demokrasi”. Acara ini dilaksanakan pada Rabu, 21 Mei 2025, di SMP Negeri 3 Rengasdengklok dan diikuti oleh 35 siswa kelas 7 dengan antusiasme tinggi.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya partisipasi aktif dalam sistem demokrasi Indonesia. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, mahasiswa UBSI menghadirkan simulasi pemilu yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para peserta, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai dasar demokrasi sejak dini.

Fadia Ramadhena Putri, Ketua Pelaksana Kegiatan, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran warga negara dalam sistem demokrasi. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta dapat memahami pentingnya peran aktif warga negara dalam kehidupan demokrasi, baik dalam menuntut hak maupun menjalankan kewajiban,” ujar Fadia. Ia menambahkan, simulasi pemilu diharapkan dapat membekali siswa dengan pengetahuan praktis untuk berpartisipasi dalam pemilu di masa mendatang.

Baca juga:UBSI Kampus Digital Kreatif Laksanakan Pengabdian Masyarakat untuk Anak-anak PAUD di Desa Pasar Minggu

Penyampaian Materi dan Simulasi Interaktif

Sesi edukasi membahas secara komprehensif hak dan kewajiban warga negara dalam sistem demokrasi. Materi yang disampaikan mahasiswa UBSI mencakup hak memilih, hak menyampaikan pendapat, hingga kewajiban menaati hukum dan menghargai hasil pemilu. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif, mendorong siswa untuk berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan berbagi pendapat. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, yang terlihat dari partisipasi aktif mereka.

Puncak kegiatan ini adalah sesi simulasi pemilu, di mana para peserta terlibat langsung dalam proses pemilihan umum. Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan peran sebagai pemilih, panitia pemilu, dan calon ketua kelas. Proses simulasi meliputi pendaftaran pemilih, kampanye singkat oleh calon, pencoblosan di bilik suara, hingga penghitungan suara. Melalui simulasi ini, siswa dapat merasakan secara nyata bagaimana proses demokrasi berjalan dan memahami pentingnya kejujuran, keterbukaan, serta tanggung jawab dalam pelaksanaan pemilu.

Antusiasme Peserta dan Dampak Positif

Kegiatan ini mendapatkan respons sangat positif dari para siswa. Mereka terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, dari sesi edukasi hingga simulasi. Beberapa siswa bahkan mengajukan pertanyaan kritis terkait hak asasi manusia, peran pemerintah, dan kontribusi generasi muda dalam demokrasi.

April, salah satu peserta, menyampaikan kesannya, “Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat seru, menambah pengetahuan tentang pentingnya memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam demokrasi. Kegiatan ini bermanfaat untuk kami berpartisipasi aktif dalam berkontribusi pada keberlangsungan demokrasi.” Respons positif ini menunjukkan bahwa kegiatan berhasil menumbuhkan kesadaran demokratis sejak usia dini dan bahwa metode pembelajaran partisipatif sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan.

Baca juga:Mahasiswa UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat Bertema Rukun Iman di TPA Baitul Mansurin

Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah, guru pendamping, serta semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini. Panitia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan sosial mahasiswa.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa UBSI dalam membangun kesadaran sosial dan politik di kalangan pelajar. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan relevan, siswa SMP Negeri 3 Rengasdengklok kini memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana mereka bisa menjadi warga negara yang aktif, bertanggung jawab, dan demokratis.

Diharapkan, inisiatif ini menjadi awal dari berbagai kegiatan pendidikan demokrasi lainnya yang dapat memperkuat fondasi demokrasi Indonesia melalui generasi muda yang cerdas dan sadar akan peran serta tanggung jawabnya.[KS]

Leave A Reply

Your email address will not be published.