Personal Branding Bukan Cuma Buat Selebgram, UBSI Kampus Tangerang Bantu Mahasiswa Baru Naik Level Sejak Hari Pertama

0 45

BSINews, Tangerang – Zaman sekarang, jadi pintar saja nggak cukup. Kalau kamu jago desain tapi gak pernah nunjukkin hasilnya di internet, bisa-bisa kalah sama orang yang jago ngedit video TikTok tapi followers-nya ribuan. Dunia sudah digital, Sob. Dan ini bukan cuma omongan motivator atau quote Instagram. Ini kenyataan.

Nah, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tangerang paham betul soal ini. Makanya, mereka ngajak mahasiswa baru buat level up lewat workshop digital kreatif yang super relevan, “Level Up: Membangun Personal Branding di Era Digital.”

Baca juga: Mahasiswa Baru Jangan Cuma Jago Scroll! UBSI Kampus Tangerang Ajak Level Up Lewat Workshop Personal Branding

Kegiatan ini akan digelar Sabtu, 5 Juli 2025, mulai pukul 09.00 sampai 11.00 WIB. Bukan acara formal yang bikin ngantuk, tapi sesi berbobot yang dibalut dengan gaya santai. Khusus buat para mahasiswa baru yang sudah resmi bergabung (punya NIM dan kelas), workshop ini jadi semacam pembekalan pertama sebelum mereka resmi masuk ke perkuliahan September nanti.

Yang bikin seru, dua pembicara kece sudah disiapkan, seperti Andriansah dan Rachmat Hidayat. Jangan salah kira, meski gelarnya dosen, dua orang ini lebih dekat ke praktisi digital yang ngerti betul cara ngebangun personal branding yang efektif—nggak cuma buat cari likes, tapi buat bangun citra diri yang kuat dan bermanfaat di dunia kerja nanti.

Mereka bakal bahas soal pentingnya mengelola identitas digital, mulai dari foto profil LinkedIn yang layak, cara bikin bio yang nggak malu-maluin, sampai bagaimana media sosial bisa jadi CV tidak resmi yang kadang lebih menentukan ketimbang ijazah. Karena, ayo jujur, berapa banyak dari kita yang tahu nama orang dari Twitter sebelum tahu dia lulusan mana?

Peserta workshop bakal dibagi dua ruangan. Bukan karena kampusnya kecil, tapi biar suasana lebih nyaman dan interaktif. Karena belajar tentang branding diri itu nggak cocok kalau ruangannya kayak ruang sidang. Harus ada ruang buat tanya-jawab, ngobrol, atau bahkan curhat: “Mas, saya malu posting di LinkedIn, takut dibilang sok.”

Jawabannya ya enggak posting-posting banget juga. Tapi kalau kamu punya sesuatu yang layak dibagikan, kenapa nggak? Dunia digital ini luas, dan tempat buat menonjol itu nggak harus terang-terangan—asal konsisten, pelan-pelan juga kelihatan.
Lewat workshop ini, UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif nggak cuma ngajarin teknis cara buka Google Classroom atau cara download modul. Lebih dari itu, mereka ngajarin mindset. Bahwa kuliah hari ini bukan cuma soal hadir di kelas, ngerjain tugas, lalu berharap IPK tinggi. Tapi juga soal jadi mahasiswa yang bisa menunjukkan eksistensinya—tanpa harus viral.

Teknologi akan jadi teman terbaik selama kuliah. Tapi teman yang satu ini butuh dikenali sejak awal. Biar nanti nggak panik kalau tugas dikumpulin lewat e-learning atau dosennya minta presentasi via Zoom lengkap dengan background virtual dan suara mic yang jernih.

Baca juga: AI sebagai Strategi Personal Branding: UBSI Margonda Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Era Digital

Yang paling penting dari semua ini, UBSI ingin mahasiswa barunya sadar bahwa personal branding bukan cuma hak anak desain atau selebgram. Semua mahasiswa berhak (dan wajib) punya identitas digital yang sehat. Karena dunia kerja dan industri kreatif nggak cuma cari yang pintar, tapi juga yang kelihatan kompeten—di internet.

Jadi, buat kamu yang baru mulai kuliah dan masih bingung mau jadi apa nanti, mulai aja dulu dari membentuk citra diri. Karena dunia bisa mulai mengenalmu, bahkan sebelum kamu lulus—asal kamu mau memperkenalkan dirimu lebih dulu.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.