Mahasiswa Baru Jangan Cuma Jago Scroll! UBSI Kampus Tangerang Ajak Level Up Lewat Workshop Personal Branding
BSINews, Tangerang – Kalau dulu orientasi mahasiswa baru itu isinya jalan-jalan keliling kampus, nyimak pidato dekan, atau nulis esai “Mengapa Saya Memilih Jurusan Ini” yang jawabannya template semua, sekarang sudah beda. Di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tangerang, mahasiswa baru bukan cuma disambut dengan ucapan “selamat datang”, tapi langsung digas dengan satu kegiatan yang agak nyentil tapi relevan, seperti Workshop Digital Kreatif bertema “Level Up: Membangun Personal Branding di Era Digital.”
Workshop ini bukan sembarang workshop. Ia bukan sekadar ajang dengerin dosen ngoceh pakai slide berwarna pastel yang penuh bullet point. Ini adalah panggilan untuk melek digital bukan sekadar jadi konsumen TikTok, tapi juga bisa jadi konten kreator—minimal kreator citra diri sendiri.
Baca juga: UBSI BSD Ajak Pelajar & Mahasiswa Kenali Personal Branding Lewat Open House Keren Ini!
Sabtu, 5 Juli 2025, pukul 9 pagi, aula UBSI Kampus Tangerang akan terisi dengan wajah-wajah mahasiswa baru yang mungkin baru aja ganti foto profil biar lebih “siap kuliah”. Mereka yang udah punya NIM dan kelas, serta lulus dari drama pengisian formulir pendaftaran, akan duduk manis—tapi pikirannya bakal diajak muter-muter ke dunia yang lebih luas dari sekadar bangku kelas.
Dua narasumber handal, Andriansah dan Rachmat Hidayat yang bukan cuma dosen tapi juga praktisi AI, akan berbagi resep personal branding ala Gen Z. Mereka bakal bahas soal pentingnya punya identitas digital yang kuat, mulai dari konsistensi konten sampai etika posting—karena, jujur aja, jejak digital itu lebih kekal daripada tato.
Kegiatan ini bukan buat ngisi waktu kosong sebelum kuliah dimulai. Ini semacam training dasar militer, tapi versinya mahasiswa digital. Karena di era sekarang, “Siapa lo di internet?” kadang lebih cepat dinilai orang ketimbang KTP atau transkrip nilai.
UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif sadar betul bahwa mahasiswa nggak cukup cuma pintar akademik. Kalau nggak bisa menampilkan diri dengan baik di platform digital, ya bakal tenggelam di lautan algoritma. Oleh karena itu, kampus ini ngajarin cara mengelola diri sendiri sebagai brand, mulai dari bio Instagram sampai cara ngobrol di LinkedIn.
Yang bikin keren, workshop ini dibagi dua ruangan—biar fokus, biar pas. Nggak ada tuh ceritanya peserta bengong karena terlalu rame atau saling ganggu satu sama lain. Semua diarahkan biar pembelajaran dapet, tapi tetap nyaman.
UBSI juga ingin mahasiswa barunya nggak kagok kalau nanti ketemu yang namanya LMS, e-learning, atau sistem informasi akademik. Biar nggak ada lagi yang nanya ke teman, “Cara submit tugas di e-learning gimana, ya?” lima menit sebelum deadline.
Workshop ini, walaupun judulnya personal branding, sebenarnya adalah pengantar yang cukup dalam ke dunia perkuliahan digital yang serba cepat. Biar mahasiswa nggak kaget kalau dosennya kasih tugas lewat sistem, atau tiba-tiba disuruh bikin project pakai AI.
Baca juga: AI sebagai Strategi Personal Branding: UBSI Margonda Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Era Digital
Karena jujur aja, di dunia yang kompetitif kayak sekarang, nilai bagus itu penting, tapi bukan satu-satunya yang bikin dilirik. Bisa jadi nanti yang dapet kerja duluan bukan yang IPK-nya 3,9, tapi yang LinkedIn-nya rapi, postingannya berbobot, dan branding-nya konsisten.
UBSI Kampus Tangerang ingin mahasiswa-mahasiswanya bukan cuma “ada”, tapi “berarti”. Bukan cuma ngerjain tugas, tapi bisa menunjukkan jati diri. Maka dari itu, sejak dini, mereka diajak untuk level up. Bukan cuma naik ke dunia perkuliahan, tapi naik jadi pribadi yang sadar betul siapa dirinya, apa mimpinya, dan bagaimana dunia digital bisa jadi jembatan untuk sampai ke sana.(ACH)