Mahasiswa Bervisi CEO, Siap Bangun Startup Lewat Mentoring BEC UBSI Tasikmalaya
BSINews, Tasikmalaya – Semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus kota Tasikmalaya terus tumbuh. Tak sedikit yang mulai membangun visi sebagai CEO sejak masih duduk di bangku kuliah. Hal ini disampaikan oleh Ir. Dini Silvi Purnia, selaku Koordinator BSI Entrepreneur Center (BEC) Universitas BSI Kampus Tasikmalaya.
Menurutnya, mahasiswa yang ingin menjadi CEO startup harus lebih dari sekadar punya mimpi. Mereka perlu mempersiapkan diri dengan mental yang tangguh dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri digital.
“Visi menjadi CEO harus dibarengi kesiapan untuk memimpin, mengeksekusi ide, dan menghadapi tantangan. Dunia startup bukan sekadar glamor, tapi juga soal tanggung jawab dan ketangguhan,” ujar Dini Silvi Purnia dalam keterangan rilis (18/7) saat sesi mentoring bersama mahasiswa binaan BEC UBSI Tasikmalaya.
Baca Juga : Hadirkan CEO Betukang.id,Universitas BSI Pontianak Sukses Gelar Seminar Wajib Entrepreneur 2024
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan empat modal utama yang perlu dimiliki mahasiswa untuk membangun startup: Leadership Mindset
Mahasiswa harus mampu membuat keputusan strategis, membangun tim, dan punya visi jangka panjang, Skill Digital dan Manajerial Mahasiswa perlu menguasai teknologi digital, memahami tren, pemasaran, Kemampuan Kolaborasi Startup tidak bisa dibangun sendirian. Membangun tim dan mencari co-founder yang solid menjadi kunci sukses, Berani Gagal dan Mau Belajar Gagal adalah bagian dari proses. Yang penting adalah bagaimana belajar dan cepat beradaptasi.
BEC Universitas BSI hadir sebagai sarana pendampingan mahasiswa untuk membangun ide bisnis sejak dini. Program Startup yang ditawarkan meliputi inkubasi bisnis, pelatihan pitching, mentoring startup, kompetisi bisnis, serta jaringan dengan praktisi dan investor.
Baca Juga : BSI Entrepreneur Center Kampus Bogor Ajak Siswa SMK YMA Megamendung Jadi CEO
“Mahasiswa tak hanya dibekali teori, tapi juga dilatih menghadapi dunia nyata bisnis. Kita bantu mereka dari ide sampai validasi pasar,” tambah Dini. (Safika Rahman)