BSINews, Bekasi – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus menegaskan komitmennya dalam menyiapkan mahasiswa yang unggul dan adaptif terhadap dinamika dunia keuangan. Salah satu buktinya, UBSI sukses menggelar kegiatan Pelatihan dan Uji Profisiensi Pasar Modal Tahap 1 di kampus UBSI Kaliabang, Bekasi, pada Kamis (22/6) dan Senin (26/5).
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Sistem Informasi Akuntansi yang berasal dari kampus UBSI Bogor dan Karawang. Pelatihan dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis dan keterampilan dasar di bidang pasar modal.
Dua narasumber dihadirkan untuk memperkuat isi materi. Hendra Pamungkas Jovianto dari Market Development Division menyampaikan materi bertema literasi dan inklusi keuangan, dengan fokus pada pentingnya investasi sebagai langkah awal membangun masa depan yang stabil secara finansial.
“Anak muda harus mulai berani melangkah ke dunia investasi, bukan hanya menabung. Literasi keuangan bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan,” ungkap Hendra dalam sesi seminar.
Sesi selanjutnya diisi oleh M. Akbar Pamungkas dari Phillip Sekuritas Indonesia yang memberikan panduan teknis seputar pasar modal dan proses pembukaan akun efek. Mahasiswa diajak memahami alur kerja pasar modal, mengenal instrumen investasi seperti saham dan obligasi, serta mempelajari strategi dasar dalam berinvestasi.
Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) UBSI. Mereka turut berbagi pengalaman dan testimoni mengenai kegiatan-kegiatan edukasi yang pernah diikuti, termasuk kunjungan langsung ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Cerita-cerita dari KSPM ini memberikan inspirasi nyata dan motivasi kepada peserta untuk aktif berperan dalam ekosistem pasar modal sejak dini.
Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga berperan sebagai bagian dari tugas Project Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Manajemen Keuangan untuk mahasiswa semester 3. Sementara bagi mahasiswa semester 8, pelatihan ini menjadi salah satu komponen dalam Sertifikasi Kompetensi yang wajib ditempuh sebagai syarat memperoleh Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan terasa interaktif dan dinamis. Para mahasiswa aktif bertanya, berdiskusi, bahkan mencoba langsung simulasi pembukaan akun efek secara digital. Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi mahasiswa terhadap dunia investasi sebagai bagian dari bekal menghadapi dunia kerja.
Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, UBSI kembali membuktikan keseriusannya dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan terhubung langsung dengan kebutuhan industri. UBSI percaya bahwa mahasiswa yang melek finansial memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan di era ekonomi digital saat ini.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI akan terus mendorong penguatan kompetensi mahasiswa di berbagai bidang melalui program-program edukatif dan kolaboratif. Melalui Pelatihan dan Uji Profisiensi Pasar Modal ini, UBSI berharap mahasiswa tidak hanya cakap teori, tetapi juga siap menjadi pelaku aktif di sektor keuangan masa depan. (Niken)