BSINews, Sukabumi — Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan tindakan nyata dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi. Menanggapi urgensi tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Sukabumi menyelenggarakan seminar bertajuk “Pencegahan Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan” pada Senin (14/7). Kegiatan yang berlangsung di Aula kampus ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta perwakilan dari sejumlah instansi pemerintahan.
Seminar menghadirkan tiga narasumber yang aktif dalam upaya perlindungan peserta didik, yakni Yadi Mulyadi (Kepala Dinas P2KBP3A Kota Sukabumi), Syarifudin Rahmat (Kepala Bidang DPP3A Kabupaten Sukabumi), dan Susilawati (perwakilan dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Barat).
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Pelaksana Hani Nopiani, dilanjutkan oleh Ketua BEM UBSI kampus Sukabumi Saugi Ramdan, dan Koordinator Kemahasiswaan UBSI kampus Sukabumi Dede Wintana. Dalam sambutannya, Dede menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam mencegah kekerasan seksual.
“Pencegahan kekerasan seksual adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan pendidikan harus bebas dari rasa takut agar proses belajar dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya.
Yadi Mulyadi menekankan pentingnya membangun budaya saling menghormati. “Tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, kita harus membentuk budaya yang menghargai satu sama lain di lingkungan pendidikan,” jelasnya.
Senada, Syarifudin Rahmat menyampaikan bahwa edukasi berkelanjutan dan sistem pengaduan yang aman bagi korban perlu dihadirkan secara nyata. Sementara itu, Susilawati mengapresiasi inisiatif UBSI dan berharap kegiatan seperti ini dapat direplikasi di berbagai institusi.
Baca juga: Cari Kelas Karyawan di Sukabumi? Ini Kampus dengan Fasilitas Lengkap dan Biaya Terjangkau
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI berharap seminar ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemangku kepentingan guna menciptakan sistem perlindungan yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.(Tiara Sari)