Lindungi Siswa dari Judi Online, SMAN 62 Jakarta Gandeng UBSI Kampus Jatiwaringin dalam Workshop Literasi Digital
BSINews, Jakarta-Dalam upaya melindungi pelajar dari ancaman judi online yang kian marak, SMAN 62 Jakarta bekerja sama dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Jatiwaringin menggelar workshop bertema “Bahaya Judi Online” pada Selasa, (15/07). Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi nyata antara sekolah menengah dan institusi pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan digital yang mengintai generasi muda.
Baca Juga: UBSI Kampus Jatiwaringin Hadirkan Literasi Digital: Tangkal Bahaya Judi Online di Kalangan Pelajar
Kepala SMAN 62 Jakarta, Luhur, menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan UBSI yang dinilai sangat relevan dan strategis.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. UBSI menghadirkan edukasi yang penting bagi siswa kami, dengan pendekatan yang tepat sasaran dan berdampak langsung,” ujarnya.
Dalam acara yang digelar di aula sekolah tersebut, seluruh siswa kelas 11 dan 12 diwajibkan hadir sebagai bagian dari kurikulum pembinaan karakter. Luhur menambahkan bahwa sekolah tidak bisa bekerja sendiri dalam memberikan literasi digital kepada remaja yang semakin akrab dengan dunia maya. Kehadiran pihak eksternal yang kompeten, seperti UBSI, dinilai mampu memberi sudut pandang baru yang lebih mengena.
“Nasihat dari guru mungkin terdengar biasa bagi mereka, tapi ketika disampaikan oleh praktisi seperti Rian Septian Anwar, siswa lebih mudah memahami dan merasa dekat,” ungkapnya.
Narasumber yang dihadirkan UBSI dinilai komunikatif dan mampu menjelaskan secara lugas tentang bahaya serta dampak serius dari keterlibatan dalam judi online.
UBSI Kampus Jatiwaringin, sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi yang dikenal luas dengan karakter kampus digital kreatif, menunjukkan komitmen kuat terhadap isu-isu sosial di tengah masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya cerminan kepedulian terhadap masa depan siswa, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata UBSI dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan edukatif.
“Kami menyaksikan langsung profesionalisme tim UBSI. Mulai dari penyampaian materi, penyusunan agenda, hingga pendekatannya terhadap siswa, semuanya dikemas dengan sangat matang,” lanjut Luhur.
Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama jangka panjang antara UBSI dan SMAN 62 Jakarta. Literasi digital, menurutnya, harus diberikan secara berkelanjutan agar siswa memiliki benteng moral dan wawasan yang kuat dalam menghadapi tantangan teknologi di masa depan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Game: Siswa SMAN 62 Jakarta Melek Risiko Judi Online Berkat Workshop UBSI
“Setelah kegiatan ini, harapan kami adalah siswa mampu berpikir kritis dan berkata tegas ‘tidak’ pada judi online. Terima kasih UBSI sudah membantu kami menanamkan nilai penting ini,” pungkasnya. (RDX)