Bukan Sekadar Game: Siswa SMAN 62 Jakarta Melek Risiko Judi Online Berkat Workshop UBSI

0 313

BSINews, Jakarta-Aula SMAN 62 Jakarta pagi itu berubah jadi ruang penuh kesadaran. Senyap menggantikan canda. Tatapan serius menggantikan gurauan. Semua bermula saat Rian Septian Anwar, narasumber dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), membuka tirai fakta tentang dunia gelap yang selama ini mungkin dianggap remeh oleh para siswa.

Baca Juga: UBSI Jatiwaringin Hadirkan Literasi Digital: Tangkal Bahaya Judi Online di Kalangan Pelajar

Workshop bertajuk “Bahaya Judi Online” yang digelar Selasa (15/7/2025) itu bukan sekadar sesi penyuluhan biasa. UBSI membawakan pendekatan yang segar dan mengena. Lewat cerita nyata, data riset, dan visualisasi algoritma yang memerangkap pemainnya, siswa diajak menelusuri bagaimana sistem judi online bekerja: bukan untuk memberi kesenangan, tapi untuk menciptakan kecanduan yang merugikan.

“Saya kira itu cuma game biasa, sekadar iseng. Tapi ternyata ada sistemnya yang bikin kita terus kalah dan tetap main. Itu yang bikin saya ngeri,” ucap Budi (nama samaran), salah satu siswa, dengan nada tercekat.

Tak hanya menjelaskan soal kerugian finansial, Rian juga mengangkat dampak psikologis yang kerap tersembunyi: stres, tekanan mental, bahkan kasus bunuh diri akibat lilitan utang dari dunia maya. Citra, siswi kelas XI, mengaku momen paling menyentuhnya adalah saat menyimak data kesehatan mental korban judi online.

“Itu bikin saya sadar, ini bukan soal kalah uang, tapi bisa kehilangan masa depan. Bahkan hidup.”

Yang membuat workshop ini begitu kuat adalah pendekatannya yang tak menggurui. UBSI tidak sekadar berkata “jangan”, tapi justru mengajak siswa mengerti mengapa harus menolak. Mereka diajak berpikir kritis, mengenali pola manipulasi, dan belajar membaca jebakan digital yang disamarkan sebagai hiburan.

Dalam era digital yang penuh peluang sekaligus jebakan, inisiatif UBSI ini terasa begitu relevan dan menyentuh sasaran. Edukasi bukan lagi sekadar teori di atas kertas, tapi aksi nyata yang menyelamatkan. Kini, para siswa SMAN 62 bukan hanya tahu bahaya judi online, tapi paham betul cara melindungi diri darinya.

Baca Juga: Fenomena Judi Online Mengintai Mahasiswa: Di Balik Game, Ada Jebakan Nyata

Di tengah derasnya arus teknologi, kegiatan seperti ini menjadi mercusuar: menuntun generasi muda agar tetap waspada di samudra digital yang seringkali tak kelihatan dalamnya. (RDX)

Leave A Reply

Your email address will not be published.