Merajut Hikmah di Balik Layar, UBSI Kampus Solo Turut Bersuara dalam Literasi Film LSF RI
BSINews, Solo – Menyadari pentingnya literasi media dalam mendukung industri perfilman yang bertanggung jawab, Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) menggelar kegiatan Literasi Layanan Penyensoran Film dan Iklan Film pada Kamis (24/7), bertempat di Hotel Novotel Solo. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan perfilman di Jawa Tengah, termasuk unsur perguruan tinggi, komunitas film, serta praktisi media.
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo turut ambil bagian dalam kegiatan ini melalui kehadiran Candra Agustina selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Sistem Informasi Akuntansi, Wawan Nugroho selaku staf Program Studi (Prodi), serta Sandy Aulia Ramadhani, mahasiswa UBSI. Ketiganya mengikuti rangkaian diskusi hingga bimbingan teknis (bimtek) pendaftaran sistem e-SiAS sebagai upaya penguatan literasi penyensoran berbasis digital.
Pentingnya Penyensoran sebagai Edukasi dan Perlindungan Masyarakat
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama Dewi Rahmarini, Ketua Subkomisi Data dan Informasi LSF, serta Dr. Dyna Herlina Suwarto, Ketua Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (KAFEIN). Dalam sesi diskusi, keduanya menekankan pentingnya penyensoran sebagai bagian dari perlindungan dan edukasi masyarakat terhadap tayangan yang beragam.
Dewi Rahmarini menegaskan bahwa penyensoran tidak semata-mata membatasi kebebasan ekspresi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga publik, khususnya kelompok usia rentan.
“Penyensoran bukan sekadar membatasi, tetapi justru menjadi bentuk perlindungan bagi publik, terutama anak-anak, dari tayangan atau konten yang belum sesuai dengan klasifikasi usianya masing-masing,” ujarnya dalam keterangan rilis, Jumat (25/7).
Baca juga: Menjaga Mutu Pendidikan, UBSI Kampus Solo Jalani Asesmen Akreditasi Prodi SIA
Candra Agustina, menyatakan bahwa keikutsertaan UBSI kampus Solo dalam kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperluas wawasan sivitas akademika tentang regulasi dan etika produksi konten.
“Mahasiswa harus dibekali bukan hanya keterampilan teknis, tapi juga pemahaman tentang tanggung jawab sosial dari setiap karya audiovisual yang mereka hasilkan,” ungkap Candra.
Melalui partisipasi ini, UBSI kampus Solo kembali menegaskan perannya sebagai Kampus Digital Kreatif yang turut menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan industri dan budaya.(Siti Hafizah)