BSINews, Tegal — Sebagai upaya meningkatkan literasi perpajakan di kalangan mahasiswa, Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal menyelenggarakan Seminar Perpajakan bertema “Memahami Sistem Perpajakan Digital Era Modern” pada Jumat (4/7). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui pertemuan langsung di Aula UBSI kampus Pontianak dan partisipasi daring via Zoom Meeting yang diikuti oleh mahasiswa dari UBSI kampus Tegal dan UBSI kampus Sukabumi.
Kolaborasi UBSI dan DJP Kalbar Bahas Sistem Perpajakan Digital di Era Modern
Seminar ini merupakan hasil kerja sama antara Prodi SIA UBSI kampus Pontianak dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat. Peserta kegiatan adalah mahasiswa semester empat yang dibekali dengan wawasan praktis mengenai sistem perpajakan digital yang kini menjadi kebutuhan utama di dunia kerja.
Sebagai narasumber utama, Hartono, Penyuluh Pajak Ahli Madya dari Kanwil DJP Kalbar, menyampaikan materi yang mencakup struktur perpajakan, kewajiban wajib pajak, serta pentingnya penguasaan sistem pelaporan digital. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pemahaman perpajakan digital merupakan bekal penting bagi generasi muda, khususnya mahasiswa.
“Pajak adalah salah satu sumber utama pendapatan negara. Mahasiswa harus memahami siapa yang termasuk wajib pajak, bagaimana proses pelaporan dan pembayaran dilakukan, serta bagaimana dana pajak digunakan untuk pembangunan nasional. Di era digital ini, kemampuan menggunakan DJP Online bukan lagi nilai tambah, melainkan kebutuhan. Mahasiswa harus tahu cara login, memilih formulir yang sesuai seperti 1770S atau 1770SS, dan menyelesaikan pelaporan secara mandiri. Ketika kita paham dan taat pajak, itu bukan hanya menunjukkan kepatuhan hukum, tapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa,” jelas Hartono.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak akademik. Kaprodi SIA UBSI kampus Pontianak, Raja Sabaruddin, menyoroti pentingnya mahasiswa memahami aspek praktis dunia perpajakan sebagai bagian dari kesiapan karier mereka di masa depan. Ia menyatakan bahwa,
“Seminar ini sangat penting dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis mengenai dunia perpajakan yang akan mereka hadapi di dunia kerja,” tuturnya.
Dukungan juga datang dari pihak DJP Kalimantan Barat. Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Kanwil DJP Kalbar, Bombong Widarto, menekankan urgensi peningkatan literasi pajak di kalangan generasi muda.
“Mahasiswa perlu memahami sistem perpajakan digital yang terus berkembang agar siap menjadi bagian dari solusi bangsa,” ujarnya.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berupaya menjembatani dunia akademik dan praktik profesional melalui kegiatan-kegiatan kolaboratif seperti ini. Antusiasme tinggi dari peserta, baik yang hadir secara langsung maupun daring, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar perhitungan pajak, kewajiban sebagai wajib pajak, hingga pemanfaatan pajak oleh negara.
Baca juga: Uji Kompetensi Basis Data UBSI Kampus Tegal Tekankan Kesiapan Industri
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan konseptual, tetapi juga kemampuan teknis yang aplikatif. Ke depan, Prodi SIA UBSI kampus Tegal berencana melibatkan mahasiswa dalam program “Relawan Pajak untuk Negeri” sebagai bentuk kontribusi langsung dalam meningkatkan kesadaran pajak di tengah masyarakat.(Tiara Sari)