Sertifikasi, Skripsi, dan Segelas Kopi! Cerita Mahasiswa UBSI yang Tak Cuma Ngejar Ijazah

0 108

BSINews, Bekasi – Dunia kerja sekarang bukan lagi soal seberapa tinggi nilai IPK-mu. Zaman sudah geser ke arah yang lebih kejam tapi realistis, apa yang kamu bisa, bukan apa yang kamu hafal. Nah, di sinilah cerita dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kaliabang jadi menarik.

Di saat sebagian mahasiswa mungkin sedang bergulat dengan bab 3 skripsi atau galau karena nunggu balasan dosen pembimbing, sekelompok mahasiswa Prodi Sistem Informasi di UBSI justru naik level. Mereka nggak lagi sekadar belajar, tapi juga diuji. Bukan ujian biasa, melainkan Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Analis Program yang berlangsung selama dua hari, 28-29 Juli 2025. Serius. Ini uji kemampuan tingkat Nasional, bukan cuma latihan bikin form login atau CRUD di Laravel.

Baca juga: Tak Hanya Sarjana, Tapi Profesional! UBSI Kampus Slipi Wajibkan Sertifikasi Sebelum Skripsi

Bayangin, kamu duduk di hadapan asesor profesional, dicecar soal gimana cara menganalisis sistem, bikin desain solusi, sampai nulis dokumentasi teknis. Bukan cuma menjawab, kamu harus nunjukin kalau kamu emang bisa. Kayak ditantang masak rendang langsung sama chef Gordon Ramsay, tapi versi IT.

Ujian ini dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) UBSI Kampus Kaliabang dan disusun berdasarkan standar dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang sudah terdaftar di bawah pengawasan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Alias, sertifikatnya bukan kaleng-kaleng. Di dunia kerja, ini bisa jadi golden ticket, apalagi kalau saingannya masih sibuk ngandelin pengalaman magang dua bulan yang cuma isi absensi.

Menurut Kepala Kampus UBSI kampus Kaliabang, Muhamad Tabrani, sertifikasi ini bukan cuma formalitas buat dipajang di map kuning. Ini strategi kampus buat bikin lulusannya nggak cuma lulus, tapi juga laku. Karena, ya jujur aja, zaman sekarang ijazah S1 doang kadang belum cukup buat jadi senjata melawan realitas dunia kerja yang kerasnya kadang ngalahin patah hati.

Mahasiswa yang ikut uji kompetensi pun kelihatan sumringah. Ada rasa bangga, tentu. Tapi juga ada semacam kelegaan, bahwa kuliah mereka di UBSI bukan cuma soal mengerjakan tugas dari LMS atau nunggu giliran presentasi. Mereka sadar, dengan sertifikat kompetensi di tangan, mereka udah selangkah lebih dekat ke pintu dunia kerja yang kadang cuma kebuka buat orang-orang yang punya lebih dari sekadar teori.

Dan buat kamu yang masih mikir kuliah itu cuma buat ngumpulin SKS demi wisuda, mungkin ini saatnya kamu mikir ulang. Karena kuliah harusnya bukan cuma soal jas almamater, toga, dan upload foto keluarga di hari kelulusan. Tapi juga soal bekal nyata buat bertarung di luar kampus. Sertifikasi kayak gini salah satu bentuknya.

Baca juga: UBSI Kampus Slipi Buktikan Komitmen Cetak Lulusan Unggul Melalui Sertifikasi Kompetensi

Jadi, kalau kamu masih nyari kampus yang bukan cuma jualan janji manis di brosur, tapi beneran ngasih kamu amunisi buat survive di dunia kerja, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif bisa jadi jawabannya. Bukan cuma diajarin teori, kamu juga bakal dibekali sertifikasi kompetensi sejak masih jadi mahasiswa. Praktis, relevan, dan yang paling penting, diakui industri.

Tertarik? Jangan cuma jadi penonton. Mampir ke https://pmbubsi.id/pmb, atau unduh aplikasi BSI PMB di Play Store. Siapa tahu, sertifikat kompetensi itu adalah jembatanmu menuju pekerjaan impian dan hidup yang nggak cuma scroll lowongan kerja doang.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.