AI Bukan Ancaman, Melainkan Senjata Masa Depan! UBSI Kampus Ciledug Buktikan Lewat Workshop Inspiratif

0 27

BSINews, Jakarta-Era digital telah mengubah wajah dunia kerja dan pendidikan secara drastis, dan penguasaan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini menjadi salah satu indikator utama kesiapan individu menghadapi masa depan. Menyadari pentingnya hal ini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Ciledug sebagai Kampus Digital Kreatif menyelenggarakan sebuah workshop yang menghadirkan praktisi sekaligus peneliti AI terkemuka, Wahyutama Fitri Hidayat, pada Senin (15/7) lalu.

Baca juga: Calon Mahasiswa UBSI Antusias Ikuti Workshop AI di BKOT: Inspirasi Kreatif dari Dunia Digital

Dalam sesi pembukaan, Wahyutama secara lugas menekankan pentingnya kolaborasi manusia dengan AI sebagai syarat mutlak dalam berbagai bidang pekerjaan masa depan.

“Di masa depan, kemampuan untuk berkolaborasi dengan Artificial Intelligence (AI) bukanlah lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan,” ujar Wahyutama dalam keterangan tertulis pada Selasa (16/7).

Tak sekadar pemaparan teoritis, Wahyutama membedah evolusi lanskap teknologi AI dan dampaknya terhadap transformasi berbagai profesi.

“Kita sedang menyaksikan pergeseran besar. AI mampu mengolah data dalam skala masif, menciptakan karya seni, menulis kode, bahkan membantu diagnosis medis. Tantangannya bukan pada apakah AI akan menggantikan manusia, tetapi bagaimana kita sebagai manusia bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas kita,” jelasnya penuh semangat.

Workshop ini tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga membahas tantangan etis dan sosial yang menyertai perkembangan AI, seperti isu privasi data dan bias algoritma. Wahyutama menekankan pentingnya menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab.

Baca juga: Workshop Digital Kreatif UBSI Kampus Cibitung Bekali Mahasiswa Baru Bangun Personal Branding di Era Digital

“Peserta workshop juga dibekali sesi praktik langsung, yang memperlihatkan bagaimana AI dapat diaplikasikan dalam aktivitas akademik maupun kehidupan sehari-hari. Hal ini mengubah paradigma peserta dari sekadar konsumen pasif teknologi menjadi individu yang siap mengarahkan dan memanfaatkan teknologi untuk solusi nyata,” tutupnya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.