UBSI dan Pemkab Sumba Timur Lakukan Penelitian Pemberdayaan Perempuan dalam Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Budaya

0 13

BSINews, Sumba TimurUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dalam pelaksanaan program penelitian bertema “Model Pemberdayaan Perempuan dalam Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Budaya untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 6 Mei 2024, dan menjadi bagian dari kontribusi UBSI dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis riset.

UBSI dan Pemkab Sumba Timur Lakukan Penelitian Pemberdayaan Perempuan dalam Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Budaya

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi desa-desa wisata di Sumba Timur, khususnya dalam aspek keterlibatan perempuan dalam pengelolaan potensi wisata berbasis budaya lokal. Melalui pendekatan kolaboratif, UBSI dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berkomitmen untuk menggali akar permasalahan serta merumuskan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Ani Wijayanti, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBSI, serta diikuti oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumba Timur. Dalam sesi pelatihan, para peserta mendapatkan wawasan mengenai strategi pemberdayaan berbasis budaya, pendekatan partisipatif, dan model pengelolaan desa wisata yang inklusif.

Baca juga: Inspiring Talkshow UBSI: Mahasiswa Gaungkan Pemberdayaan Perempuan di Era Digital

“Penelitian ini bukan hanya berorientasi akademik, tetapi menjadi langkah nyata kami dalam mendampingi masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih berdaya dan mampu menjadi bagian penting dari pengembangan desa wisata di wilayahnya,” ujar Dr. Ani Wijayanti dalam sambutannya, Senin (6/5/2024).

Melalui program ini, UBSI ingin mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan desa secara berkelanjutan, sejalan dengan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs). Pemerintah daerah pun menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemda dalam menyelesaikan isu-isu strategis di tingkat lokal.

Ke depanya, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan, sekaligus menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.