Dorong UMKM Tembus Pasar Global, UBSI Kampus Sukabumi Sukses Gelar Sukabumi Economy Summit 2025
BSINews, Sukabumi – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Sukabumi yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, sukses menjadi tuan rumah Sukabumi Economy Summit 2025. Mengusung tema “Sustainable Export Strategy: Penetrating Global Market with Local Innovation & Excellence,” acara yang digelar pada Kamis (22/5) ini menjadi platform strategis bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menggali strategi ekspor berkelanjutan.
Acara yang berlangsung di Aula Kampus UBSI kampus Sukabumi ini menghadirkan tiga pembicara utama dari berbagai institusi. Novi Hutami dari Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag RI, Nunki Juniarti dari ICC Centre of Entrepreneurship, dan Luqman Anindityo dari PT Comeasure Solutions Indonesia (RedDoorz) berbagi ilmu dan pengalaman seputar strategi ekspor, penguatan UMKM, dan optimalisasi teknologi digital.
UBSI Kampus Sukabumi Sukses Gelar Sukabumi Economy Summit
Novi Hutami memaparkan strategi pengembangan ekspor nasional melalui peningkatan kualitas produk dan sertifikasi internasional seperti HACCP dan halal. Ia juga memperkenalkan program pendukung dari pemerintah yang membantu pelaku usaha memiliki daya saing global.
Sementara itu, Nunki Juniarti menyoroti pentingnya program UKM Go Export yang melibatkan tahapan seleksi, inkubasi, hingga business matching.
“Kesuksesan UMKM di pasar global sangat ditentukan oleh kejelasan fokus produk, pemanfaatan teknologi, dan dukungan dari lembaga yang tepat,” ujar Nunki, dalam keterangan rilis, Jumat (23/5).
Baca juga: Dosen UBSI Kampus Yogyakarta Kunjungi UMKM Batik Tulis Pewarna Alam di Kulonprogo
Luqman Anindityo juga menekankan pentingnya teknologi dan pemasaran digital dalam membangun personal branding dan meningkatkan penjualan.
“Saat ini, kesuksesan berjualan tidak hanya bergantung pada produk, tapi juga pada kemampuan memasarkan nilai produk lewat media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp,” ungkap Luqman.
Antusiasme peserta sangat tinggi, terutama pada sesi tanya jawab. Seorang peserta menanyakan standar kemasan produk ekspor. Menanggapi hal tersebut, Novi Hutami menjelaskan,
“Desain kemasan tiap negara punya aturan sendiri. Biasanya jika sudah kontak dengan pembeli, mereka akan memberikan template kemasan yang harus diikuti. Misalnya, kalau ingin ekspor ke negara Arab, kemasan wajib mencantumkan dua bahasa yaitu Indonesia dan Arab. Selain itu mencantumkan sertifikat halal dan lainnya,” jelasnya.
Baca juga: UBSI Gandeng Aspikmas Banyumas Luncurkan Program Beasiswa “1 UMKM 1 Sarjana”
Sukabumi Economy Summit 2025 menjadi momen penting untuk memperkuat kerja sama antara UMKM, pemerintah, dan pihak terkait lainnya. Diharapkan, pelaku usaha lokal bisa berkembang dan menembus pasar internasional.