Mahasiswa UBSI Kampus Tasikmalaya Kenalkan Teknologi SIG untuk Tata Kelola Desa
BSINews, Tasikmalaya — Pemanfaatan teknologi informasi kini menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pengelolaan wilayah dan pelayanan publik di tingkat desa. Sistem Informasi Geografis (SIG) hadir sebagai salah satu solusi yang mampu membantu perangkat desa dan masyarakat mengelola data wilayah secara lebih akurat dan terstruktur. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya menggelar sosialisasi SIG di Desa Kaputihan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan yang menjadi bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Implementasi dan Manfaat (PKM BIMA) ini berlangsung pada Rabu, (6/8).
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk Pembangunan Desa Berkelanjutan
Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan dan demonstrasi aplikasi SIG oleh Atyla Azfa Al Harits, mahasiswa UBSI sekaligus anggota tim PKM. Ia menjelaskan konsep dasar SIG, fungsi utama aplikasi, dan penerapannya dalam pengelolaan wilayah desa. Menurut Atyla, teknologi ini dapat menjadi solusi praktis untuk membantu perangkat desa dan warga dalam mengelola informasi wilayah secara lebih terstruktur.
“Kami berharap teknologi ini dapat membantu desa untuk lebih terstruktur dalam mengelola data wilayah. SIG bisa menjadi alat bantu yang sangat berguna, apalagi jika digunakan secara partisipatif oleh warga dan perangkat desa,” ujar Atyla dalam keterangan tertulis, Rabu (6/8).
Penyampaian materi yang komunikatif dan demonstrasi interaktif membuat peserta antusias. Warga dan perangkat desa banyak mengajukan pertanyaan serta mencoba memahami lebih dalam cara kerja aplikasi yang diperkenalkan.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Desa Kaputihan, Ujang Herman RN, yang mengapresiasi kehadiran tim dari UBSI. Ia menilai bahwa program ini relevan dengan kebutuhan desa dalam mengadopsi teknologi untuk meningkatkan pelayanan dan pengelolaan wilayah.
Turut hadir Ketua Tim PKM BIMA, Dra. Yani Sri Mulyani, serta Miftah Farid Adiwisastra yang memberikan pengantar materi SIG dari perspektif akademik dan implementatif.
Bagi Atyla dan tim mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu di lapangan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa manfaat kegiatan ini tidak hanya sebatas pengenalan teknologi, tetapi juga keterampilan dalam menyampaikan ilmu kepada masyarakat.
“Bukan hanya soal teknologi, tapi juga bagaimana kami bisa menyampaikan sesuatu yang kami pelajari agar bisa dipahami dan bermanfaat untuk masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan foto bersama. Peserta menyatakan dukungan untuk keberlanjutan program hingga tahap implementasi penuh. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan pengabdian yang solutif dan berkelanjutan.