Dosen UBSI: Talenta Adaptif Jadi Kunci Bertahan di Tengah Gempuran AI

0 23

BSINews — Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) kini bukan lagi sekadar tren, tetapi telah menjadi bagian integral dari hampir semua sektor industri, mulai dari perbankan, pendidikan, kesehatan, hingga layanan pelanggan.

Di tengah adopsi AI yang begitu pesat, kesiapan dan kemampuan adaptif talenta menjadi kunci utama untuk tetap relevan dan kompetitif di dunia kerja.

Talenta Adaptif Jadi Kunci Bertahan di Tengah Gempuran AI

Bambang Kelana Simpony, Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya, menegaskan bahwa dunia kerja masa depan tidak semata-mata akan menghilangkan pekerjaan manusia, tetapi justru menuntut kolaborasi antara manusia dan mesin.

“Yang tergantikan bukan pekerjaan, tapi pola kerja yang kaku dan tidak berkembang. Talenta yang fleksibel, mau belajar, dan paham cara kerja teknologi akan tetap dibutuhkan,” jelas Bambang.

Menurutnya, sebagian mahasiswa masih memandang AI sebagai ancaman. Padahal, jika dikelola dengan tepat, AI justru bisa menjadi alat bantu produktivitas, kreativitas, dan efisiensi kerja. Yang diperlukan adalah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, manajemen data, dan pemahaman etika digital.

UBSI kampus Tasikmalaya, sebagai kampus berbasis teknologi dengan biaya kuliah yang terjangkau, terus membekali mahasiswanya dengan keterampilan abad 21 melalui integrasi teknologi dalam kurikulum dan penguatan karakter adaptif melalui pembelajaran proyek.

“Kami tidak hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi, tapi juga membentuk cara berpikir yang siap beradaptasi dengan perubahan,” ujar Bambang.

Baca juga: AI Revolusioner dalam Keamanan Siber: Indonesia Perkuat Pertahanan Digital Hadapi Ancaman Modern

Dengan berbagai program peningkatan soft skill dan keterampilan digital, UBSI kampus Tasikmalaya berkomitmen untuk mencetak lulusan yang siap kerja, siap berubah, dan siap bersaing di masa depan, bahkan ketika teknologi terus berevolusi.

“AI akan terus berkembang. Tapi manusia yang punya empati, kreativitas, dan semangat belajar tak akan pernah usang,” tutup Bambang.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.