Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda: Mahasiswa Garda Depan di Era Digital
BSINews, Solo — Setiap 28 Oktober, kita kembali merayakan Sumpah Pemuda, bukan sekadar seremoni mengenang sejarah, tetapi sebuah refleksi mendalam tentang identitas dan tanggung jawab kita sebagai bangsa. Di era digital yang serba cepat ini, semangat persatuan dan keberanian yang dikobarkan para pemuda tahun 1928 terasa semakin relevan. Namun, medan perjuangan kita kini berbeda. Bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah, melainkan menaklukkan tantangan disrupsi teknologi dan membangun masa depan digital yang inklusif.
Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda: Mahasiswa Garda Depan di Era Digital
Sebagai seorang dosen di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif, saya melihat langsung bagaimana semangat Sumpah Pemuda menjelma dalam diri para mahasiswa. Mereka adalah agen perubahan digital, generasi yang tidak hanya fasih menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mencipta, berinovasi, dan memberikan solusi bagi permasalahan bangsa. Mahasiswa hari ini dituntut untuk memiliki kecerdasan yang holistik: kemampuan berpikir kritis, beradaptasi dengan perubahan, dan memanfaatkan teknologi secara etis dan produktif. Di sinilah peran UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menjadi semakin penting, yaitu menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang teknologi dan digital.
Dahulu, para pemuda bersumpah untuk menjunjung tinggi satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Kini, semangat itu dapat kita wujudkan dalam dunia digital dengan membangun nationalisme digital. Bayangkan, jutaan anak muda Indonesia membanjiri dunia maya dengan konten positif, melawan hoaks dan disinformasi, menghargai hak cipta, serta menggunakan media sosial sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Inilah wujud nyata Sumpah Pemuda di era digital.
Dunia digital telah meruntuhkan sekat-sekat geografis dan budaya, menyatukan generasi muda dari berbagai latar belakang. Namun, persatuan ini hanya akan bermakna jika dilandasi dengan nilai-nilai toleransi, kolaborasi, dan inovasi. Kita harus belajar untuk bekerja sama, saling menghargai perbedaan, dan menciptakan solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat. UBSI kampus Yogyakarta berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi muda yang cerdas, adaptif, dan berdaya saing global. Melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, pelatihan digital skills, serta program pengabdian masyarakat, kami ingin menanamkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam setiap aspek kehidupan mahasiswa.
Momentum Sumpah Pemuda adalah saat yang tepat untuk bertanya pada diri sendiri: sudahkah kita menjadi bagian dari solusi di era digital ini? Apakah kita telah berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa? Mari kita lanjutkan semangat para pendahulu, dengan cara kita sendiri: menjadi pemuda yang cerdas, adaptif, dan berintegritas di tengah derasnya arus teknologi. Dengan semangat Sumpah Pemuda dan kecerdasan digital, saya yakin mahasiswa UBSI kampus Yogyakarta mampu menjadi pelopor perubahan menuju Indonesia Emas 2045. (Sfkrhm)