BSINews, Karawang – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kebutuhan akan wawasan digital terus meningkat dan mendorong lahirnya berbagai kegiatan edukatif bagi generasi muda. Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cikampek kembali menghadirkan ruang belajar inspiratif melalui Workshop Digital Kreatif yang digelar pada Jumat (14/11) di Aula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Campaka, Purwakarta.
Workshop Digital Kreatif Ajak Pelajar Berani Berkarya dan Membangun Kompetensi Teknologi
Menurut Walim, atau yang akrab disapa Ali Wiliam selaku dosen sekaligus Head of Marketing Communication UBSI kampus Cikampek yang turut hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa workshop ini bukan hanya menjadi ajang penyampaian materi, tetapi juga langkah awal yang penting dalam membangun pemahaman digital bagi pelajar. Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini dapat membantu peserta melihat dunia digital dari perspektif yang lebih luas, mulai dari memahami arah career path, mengenali kebutuhan future skill, hingga melihat bagaimana teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) membentuk cara belajar dan peluang kerja di masa depan.
Bagi Walim, kegiatan di luar kelas harus dipandang sebagai laboratorium pengalaman. Melalui sesi diskusinya, ia mengajak peserta memahami bahwa kreativitas tidak hanya lahir dari ide besar, tetapi dari keberanian mencoba, berlatih, dan beradaptasi. Ia menegaskan bahwa kemampuan digital tidak muncul secara instan, melainkan terbentuk melalui proses eksplorasi yang konsisten serta kemauan mempelajari hal-hal baru.
Baca juga: Mahasiswa UBSI Ciptakan NusaMiner, Aplikasi Mobile Pendeteksi Dini Kanker Paru Pertama di Indonesia
Ia juga menekankan pentingnya keterampilan komunikasi digital, kolaborasi, pemecahan masalah, dan penggunaan teknologi kreatif sebagai penunjang kesiapan memasuki dunia kerja. Dengan adanya fasilitas seperti e-certificate, e-book, serta sesi networking dan scholarship, Walim memandang workshop ini sebagai peluang nyata bagi peserta untuk membangun portofolio dan memperluas jaringan profesional sejak dini.
“Kalau mau menjadi inovator, teman-teman harus berani membuka diri pada hal baru. Manfaatkan juga AI karena teknologi ini bisa jadi ‘teman super’ yang membantu kalian berpikir lebih kreatif,” ujar Walim dalam keterangan rilis, Sabtu (15/11).
Ia berharap peserta tidak berhenti pada materi yang diterima hari itu, tetapi menjadikannya pijakan untuk terus mengembangkan potensi kreatif dan kompetensi digital yang dibutuhkan industri. Dengan dukungan komunitas seperti Digital Creative Community (DICO) dan Kreasi Inovasi Anak Nusantara (KIAN), Walim optimis kegiatan serupa akan terus mendorong lebih banyak generasi muda untuk berani berkarya dan berinovasi. Menurutnya, masa depan digital tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga talenta yang siap beradaptasi dan menciptakan solusi baru.(Dina Oivia)