Mahasiswa UBSI Ciptakan NusaMiner, Aplikasi Mobile Pendeteksi Dini Kanker Paru Pertama di Indonesia

0 51

BSINews, Jakarta – Dua mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang penelitian teknologi kesehatan. Deni Alfian dan Fatimah Azzahro berhasil menciptakan NusaMiner, aplikasi mobile berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama di Indonesia yang mampu mendeteksi dini kanker paru-paru secara akurat. Hasil penelitian mereka telah diseminasikan pada Seminar nasional IKRAIT pada Sabtu (4/10) di Universitas Persada Indonesia YAI.

Mahasiswa UBSI Ciptakan NusaMiner

Karya inovatif tersebut dikembangkan selama tiga bulan dengan bimbingan Achmad B. Pohan dari Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Informatika UBSI. Aplikasi ini dirancang untuk membantu tenaga medis melakukan skrining awal kanker paru-paru melalui analisis data klinis pasien secara otomatis.

Menurut hasil penelitian, NusaMiner menggunakan sembilan jenis algoritma machine learning untuk mempelajari pola data pasien kanker paru-paru. Dari keseluruhan model yang diuji, algoritma Gradient Boosting dan Random Forest menunjukkan tingkat akurasi tertinggi hingga 100%, melampaui performa aplikasi machine learning populer seperti RapidMiner. Berdasarkan hasil tersebut, tim peneliti memilih algoritma Random Forest sebagai model utama yang diterapkan pada aplikasi NusaMiner.

Pengujian aplikasi dilakukan bersama tim ahli kedokteran dan menunjukkan hasil yang sangat memuaskan, dengan akurasi di atas 95% pada pasien pra-assessment kanker paru-paru. Kolaborasi antara bidang ilmu komputer dan kedokteran ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penerapan AI untuk mendukung diagnosis medis di Indonesia.

Selain itu, penelitian ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk mendeteksi jenis kanker lain, seperti kanker kulit atau kanker hati, menggunakan teknologi machine learning yang sama. Karya ini kini juga sedang dalam tahap review di jurnal nasional terindeks SINTA 4, menandakan kontribusi akademik yang signifikan dari mahasiswa UBSI di bidang riset teknologi kesehatan.

Baca juga : Mahasiswa UBSI Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila kepada Siswa SMK Darul Amal Bekasi

Deni menyampaikan semangatnya dalam mengembangkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat luas. “Jika gajah mati meninggalkan gading, kami lulus meninggalkan jurnal,” ujarnyanya, dari keterangan rilis yang diterima pada Senin (6/10).

Melalui inovasi ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul di bidang penelitian dan teknologi. Keberhasilan Deni dan Fatimah menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UBSI mampu bersaing dan memberikan dampak positif melalui penerapan teknologi informasi dalam dunia kesehatan. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.