Dari Bar ke Gelanggang, Alex Membuktikan Disiplin Tak Pernah Bohong
BSINews, Bekasi – Ada mahasiswa yang datang ke kampus dengan satu identitas. Lalu ada Alex, nama lengkapnya Ruths Alexandra, yang membawa tiga; mahasiswa Perhotelan, pekerja hotel, dan atlet yang kembali turun gelanggang. Kombinasi yang ngeri-ngeri sedap, karena ritmenya ketat, disiplinnya brutal, tapi justru itu yang membentuk mentalnya sampai bisa bersaing dan berprestasi.
Alex berasal dari Program Studi Perhotelan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Begitu masuk kampus, ia langsung merasa atmosfer belajarnya menarik dan dinamis.
Baca juga: Suara Riana yang Tumbuh dari Kelas Penyiaran ke Panggung Hidupnya Sendiri
UBSI memang sering dianggap “rumahnya anak IT”, tapi Alex justru bangga berdiri di koridor Perhotelan yang sedang tumbuh pesat. Dari pengalaman awal di F&B, terutama soal produk alternative milk, ia makin yakin kalau jalur hospitality adalah tempatnya bertumbuh.
Dari semua mata kuliah, Bar serta Manajemen Tour & Travel jadi dua yang paling membekas. Ada sensasi menemukan dunia baru; yang satu membuka rasa dan kreativitas, yang satu lagi membuka peta peluang di industri pariwisata. Keduanya menguatkan ambisinya untuk berjalan jauh di dunia hotel atau travel.
Di samping perkuliahan, Alex nggak cuma masuk kelas lalu pulang. Ia ikut expo sebagai Mixologist, tetap bekerja di hotel, dan menjalani aktivitas atlet. Semua itu bukan sekadar kesibukan. Itu adalah cara Alex mengasah kompetensinya langsung di lapangan. Belajarnya bukan cuma dari buku, tapi dari pelanggan, event, dan detik-detik chaos yang cuma orang hospitality yang paham.
Ketika nama Alex muncul sebagai peraih Wisudawan Terbaik UBSI, reaksinya penuh campuran rasa. Haru, bangga, dan sedikit heran pada dirinya sendiri. Ia tidak punya latar belakang hospitality sebelumnya, tetapi dengan kerja keras dan lingkungan akademik yang mendukung, ia berhasil membuktikan bahwa ketekunan selalu punya ujung manis. Baginya, tips belajar itu sederhana saja, jangan menyerah, tetap sederhana, dan tahu batas supaya hidup tetap seimbang.
Rencananya ke depan lebih jelas daripada itinerary tour; bekerja, mengembangkan karir, lalu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Fokusnya tetap di hospitality dan pariwisata, karena Alex merasa masih banyak yang bisa digali dari dunia ini.
Soal pengajaran di UBSI, Alex memandangnya positif. Beberapa dosen mengajar dengan cara kreatif, membuat mahasiswa lebih kritis, aktif, dan terlibat. Belajarnya terasa relevan dengan kebutuhan industri.
Untuk teman-temannya, Alex menyimpan rasa terima kasih yang dalam atas perjalanan penuh tawa, tugas, dan kebersamaan. Ia berharap para lulusan UBSI tetap membawa nama almamater dengan bangga, tampil profesional, dan memberi kontribusi di tempat kerja masing-masing.
Baca juga: Laki-Laki yang Menjalani Empat Tahun Penuh Tekanan Lalu Pulang dengan Predikat Terbaik
Dan untuk adik-adik tingkat, nasihatnya pendek, tajam, dan mudah diingat, “Jadi diri sendiri, disiplin, dan jangan malas. Hal besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.”
Begitu kata Alex, sambil tetap melangkah ke masa depan yang ia siapkan seperti meracik minuman yang teliti, tenang, dan penuh rasa.(ACH)