Hari Guru untuk Generasi Digital: Bukan Cuma Dosen, Siapa Saja Pahlawan Pengetahuanmu?

0 23

BSINews, Solo — Setiap 25 November, kita kembali memperingati Hari Guru. Sebuah momen reflektif untuk menghormati peran mereka yang selama ini menjadi penopang dunia pendidikan. Namun, di tengah realitas generasi digital yang hidup dalam arus informasi serba cepat, saya merasa makna “guru” perlu dimaknai ulang. Apakah guru hari ini masih sebatas mereka yang berdiri di depan kelas dengan kapur atau slide presentasi? Ataukah perannya telah berkembang jauh melampaui batas-batas formal?

Sebagai seseorang yang sehari-hari bergelut di dunia pendidikan tinggi, saya melihat langsung bagaimana lanskap pembelajaran berubah drastis. Informasi kini tersedia di mana saja: media sosial, platform video, komunitas daring, hingga diskusi informal antarindividu. Dalam situasi ini, guru tidak lagi bisa dipersempit sebagai profesi administratif, melainkan harus dipahami sebagai peran sosial yang vital dalam menjaga arah dan kualitas pengetahuan.

Guru di Era Digital: Penjaga Nalar di Tengah Banjir Informasi

Generasi Z dan Alpha tumbuh di tengah limpahan informasi. Mereka bisa belajar apa saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Namun, kemudahan ini membawa tantangan serius: tidak semua informasi layak dipercaya, tidak semua narasi berpijak pada fakta, dan tidak semua “viral” mengandung kebenaran.

Baca juga : Mahasiswa BJU UBSI Kampus Solo Poles Portofolio Agar Tampilan Lebih Profesional

Di sinilah peran guru mengalami transformasi paling penting. Guru hari ini bukan sekadar pemberi jawaban, tetapi penjaga nalar. Mereka hadir sebagai kompas berpikir kritis membantu memilah, menguji, dan memahami informasi secara rasional dan etis. Guru mengajarkan cara bertanya, bukan sekadar cara menjawab. Mengajarkan proses, bukan hanya hasil.

Di ruang-ruang kelas, saya melihat mahasiswa belajar dari berbagai sumber: tutorial daring, forum komunitas, proyek kolaboratif, hingga pengalaman praktisi. Dari situ saya semakin yakin, banyak “guru” lahir tanpa gelar akademik atau jabatan struktural. Mereka hadir sebagai mentor, senior, fasilitator, atau bahkan sesama teman belajar yang bersedia berbagi waktu dan pengetahuan.

Siapa Saja Guru Kita Hari Ini?

Pernahkah kita dibantu memahami persoalan rumit oleh seorang teman yang dengan sabar menjelaskan hingga larut malam? Atau belajar keterampilan baru dari content creator yang konsisten berbagi ilmu tanpa pamrih? Atau melihat relawan mengajarkan teknologi dasar kepada anak-anak di akhir pekan?

Mereka semua adalah guru.

Dalam perspektif Sistem Informasi, pengetahuan harus terus mengalir. Sistem yang berhenti diperbarui akan usang—begitu pula manusia. Setiap individu yang bersedia berbagi ilmu, sekecil apa pun, sejatinya sedang menjaga keberlanjutan sistem pengetahuan. Guru adalah mereka yang mengajak orang lain naik satu anak tangga lebih tinggi, meski langkah itu tampak sederhana.

Ilmu Tanpa Etika adalah Masalah Baru

Di era digital, kecepatan sering mengalahkan kebijaksanaan. Ilmu tanpa etika ibarat algoritma tanpa validasi: efisien, tetapi berbahaya. Karena itu, peran guru tidak berhenti pada transfer keterampilan teknis, melainkan juga penanaman nilai.

Guru adalah kompas moral. Mereka mengajarkan tanggung jawab digital, pentingnya verifikasi, serta dampak sosial dari setiap informasi yang kita sebarkan. Pendidikan yang sejati tidak hanya mencetak individu cerdas, tetapi juga manusia yang berintegritas.

Baca juga : SITUBA, Aplikasi Pelaporan TBC Garapan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, Siap Diimplementasikan di Seluruh Solo

Universitas Bina Sarana Informatika sebagai Kampus Digital Kreatif, menempatkan nilai etika, karakter, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi penting dalam proses pembelajaran. Literasi teknologi harus berjalan beriringan dengan literasi moral agar kemajuan tidak kehilangan arah.

Semua Bisa Menjadi Guru

Pada Hari Guru ini, penghormatan tidak hanya layak diberikan kepada pendidik formal di sekolah dan kampus. Penghargaan yang sama pantas disematkan kepada siapa pun yang dengan tulus membimbing, berbagi, dan menyalakan rasa ingin tahu orang lain.

Guru adalah mereka yang menjaga nyala pengetahuan agar tidak padam.

Selamat Hari Guru.
Mari terus belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama.

Oleh : Ahmad Fauzi, Kepala Kampus UBSI Kampus Solo 

Leave A Reply

Your email address will not be published.