SITUBA, Aplikasi Pelaporan TBC Garapan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, Siap Diimplementasikan di Seluruh Solo
BSINews, Solo – Transformasi digital pelaporan Tuberkulosis (TBC) di Kota Solo memasuki babak baru dengan perluasan penggunaan Sistem Informasi Pelaporan TBC atau SITUBA. Aplikasi yang dikembangkan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo, sebagai Kampus Digital Kreatif ini, akan diimplementasikan di seluruh kelurahan setelah sukses diuji coba pada skala kecil.
UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif Dorong Solo Berantas TBC Lewat Aplikasi SITUBA
Perluasan penggunaan SITUBA ini menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi antara UBSI dan Dinas Kesehatan Kota Solo yang berlangsung hari ini di kantor Dinkes. Candra Agustina, perwakilan tim pengembang dari UBSI kampus Solo, bersama Agus selaku PIC P2 TB Kota Surakarta, dan Riyani dari tim teknis Dinkes, membahas strategi implementasi yang lebih luas.
SITUBA telah membuktikan efektivitasnya dalam mempercepat proses pelaporan suspect TB, menghindari duplikasi data, dan mempermudah verifikasi oleh RW, kelurahan, serta puskesmas. Aplikasi ini juga memperpendek waktu respons tenaga kesehatan dalam menindaklanjuti laporan.
“Kami melihat perluasan ke seluruh kota merupakan langkah strategis untuk memperkuat penemuan kasus secara dini,” ujar Agus dalam keterangan pers pada Senin (24/11).
Rapat persiapan membahas penguatan alur pelaporan untuk jumlah kader yang lebih besar, mekanisme monitoring lintas kelurahan, hingga rencana pelatihan bagi ratusan kader peduli TB.
Candra Agustina menegaskan komitmen UBSI kampus Solo dalam mendukung proses perluasan ini.
“Universitas siap menyediakan dukungan teknis, penyempurnaan sistem berdasarkan masukan lapangan, serta pendampingan dalam pelatihan kader di tiap kelurahan,” ungkapnya.
Baca juga : SITUBA Solusi Digital UBSI untuk Pemberantasan TBC di Solo Siap Diluncurkan
Dinas Kesehatan Solo menyambut positif kolaborasi ini dan optimis bahwa perluasan SITUBA akan memperkuat koordinasi antara masyarakat, kader, kelurahan, puskesmas, hingga dinas, sehingga penanganan kasus dapat dilakukan lebih cepat dan terarah. Digitalisasi pelaporan TBC skala kota ini menjadi momentum penting bagi Kota Solo dalam memperkuat strategi eliminasi TBC secara nasional. (Aurora)