Dosen UBSI Rangking Lima Aplikasi Android Anti-Prokrastinasi, Ini yang Paling Ampuh untuk Mahasiswa

0 18

BSINews, Tasikmalaya — Tugas kuliah menumpuk dan tenggat waktu semakin dekat, namun perhatian justru tersedot oleh media sosial. Prokrastinasi masih menjadi persoalan klasik mahasiswa di era digital. Menyikapi hal tersebut, Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif, Bambang Kelana Simpony, merangkum lima aplikasi Android anti-prokrastinasi yang dinilai paling efektif membantu mahasiswa kembali fokus belajar.

Dosen UBSI Rangking Lima Aplikasi Android Anti-Prokrastinasi, Ini yang Paling Ampuh untuk Mahasiswa

Menurut Bambang, teknologi sejatinya tidak selalu menjadi sumber gangguan. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi justru dapat berperan sebagai alat pembentuk disiplin.

“Teknologi itu pisau bermata dua. Ia bisa menjadi distraksi terbesar, tapi juga bisa menjadi penjaga fokus kita. Kuncinya adalah memilih alat yang sesuai dengan kepribadian dan jenis tugas,” ujarnya dalam keterangan rilis Rabu (7/1).

Ia menegaskan, aplikasi anti-prokrastinasi yang efektif bukanlah yang paling ketat, melainkan yang mampu mengubah kebiasaan menunda secara bertahap dan positif. Berikut peringkat lima aplikasi pilihannya.

Forest menempati posisi pertama sebagai aplikasi yang memanfaatkan gamifikasi. Pengguna menanam pohon virtual saat mulai fokus bekerja. Jika keluar aplikasi sebelum waktu selesai, pohon tersebut akan mati.

“Freedom cocok untuk kondisi darurat, seperti mengerjakan skripsi atau tugas akhir yang membutuhkan konsentrasi penuh,” tambahnya.

Baca Juga : Sinergi Kampus dan SMK, Dosen UBSI Kampus Purwokerto Ases Kompetensi Siswa

Di posisi kelima, Offtime menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat profil waktu berbeda, seperti waktu belajar dan waktu santai, dengan pengaturan notifikasi yang dapat disesuaikan. “Mahasiswa tetap bisa fokus belajar tanpa sepenuhnya terputus dari hal-hal penting, seperti panggilan keluarga,” ungkap Bambang.

Meski demikian, Bambang menekankan bahwa aplikasi hanyalah alat bantu, bukan solusi utama. Pembentukan disiplin diri tetap menjadi kunci jangka panjang. “Di UBSI, pembelajaran berbasis proyek dengan tenggat waktu jelas melatih manajemen waktu mahasiswa. Aplikasi ini kami posisikan sebagai ‘roda pendukung’ sampai disiplin internal mereka terbentuk,” pungkasnya.(Sfkrhm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.