Generasi Cerdas di Era Cerdas, Pentingnya Memahami AI Sejak Dini
BSINews, Jakarta — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin lekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari penggunaan media sosial, aplikasi pembelajaran, hingga sistem pencarian informasi, seluruhnya melibatkan teknologi AI. Kondisi ini menuntut generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami teknologi yang digunakan agar mampu bersikap kritis dan adaptif di era digital.
Generasi Cerdas di Era Cerdas, Pentingnya Memahami AI Sejak Dini
AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari realitas saat ini. Tanpa pemahaman yang memadai, generasi muda berisiko menjadi konsumen pasif dan tertinggal dari laju perkembangan teknologi. Literasi AI menjadi penting agar anak muda mampu memahami manfaat, cara kerja, serta risiko penggunaan teknologi, termasuk ancaman hoaks digital dan penyalahgunaan data pribadi.
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif memandang pemahaman AI sejak dini sebagai kebutuhan strategis dalam dunia pendidikan. Kampus memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mampu membaca perubahan zaman dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kampus UBSI Kampus Kaliabang, Muhamad Tabrani, yang menekankan pentingnya literasi AI bagi generasi muda. Ia menjelaskan bahwa pemahaman AI tidak selalu identik dengan kemampuan teknis yang rumit, melainkan kesadaran akan cara kerja, manfaat, dan dampaknya bagi kehidupan.
Baca juga: Cari Kampus di Yogyakarta? Ini 10 Rekomendasi Terbaik Versi uniRank 2025
“AI hari ini sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Jika generasi muda hanya menggunakan tanpa memahami, maka mereka akan tertinggal. Literasi AI membuat anak muda lebih kritis, kreatif, dan siap menghadapi perubahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dunia kerja ke depan akan semakin dipengaruhi oleh teknologi dan kecerdasan buatan. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu menjadi ruang belajar, berinovasi, dan berkreasi agar mahasiswa siap menjadi pencipta solusi, bukan sekadar pengguna teknologi.
Melalui pendekatan pendidikan berbasis teknologi dan kreativitas, UBSI terus mendorong lahirnya generasi cerdas di era cerdas, generasi yang mampu mengubah teknologi menjadi peluang dan masa depan yang lebih baik.(Niken)