Grogi Saat Presentasi? Dosen UBSI Ungkap 3 “Cheat Code” Ampuh Kuasai Panggung
BSINews, Tasikmalaya — Jantung berdebar, telapak tangan berkeringat, dan pikiran mendadak kosong tepat saat nama dipanggil. Bagi banyak orang, presentasi di depan umum terasa seperti mimpi buruk. Rasa grogi ini bahkan kerap disebut sebagai salah satu ketakutan paling umum, mengalahkan fobia ketinggian atau ruang sempit.
Namun, Bambang Kelana Simpony, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya, melihat persoalan ini dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, rasa grogi saat presentasi bukanlah soal bakat atau mental lemah, melainkan persoalan teknis yang bisa dilatih dan diperbaiki.
“Presentasi bukan bakat alami, tetapi keterampilan teknis. Sama seperti coding, ada rumus dan triknya. Banyak orang gagal karena mencoba melawan respons biologis tubuhnya, bukan bekerja sama dengannya,” ujar Bambang dalam rilis yang diterima, Kamis (12/2).
Berangkat dari pengalaman mengajar, Bambang kemudian membagikan tiga “cheat code” sederhana yang bisa membantu siapa saja tampil lebih tenang dan percaya diri saat berbicara di depan audiens.
Cheat Code 1: “Pose Superhero” sebelum Naik Panggung
Beberapa menit sebelum presentasi dimulai, Bambang menyarankan untuk mencari tempat yang sepi, seperti toilet atau sudut ruangan. Berdirilah dengan kaki selebar bahu, letakkan tangan di pinggang, lalu tarik napas dalam-dalam dan tahan pose tersebut selama dua menit.
Menurutnya, pose ini bukan sekadar gaya. Penelitian menunjukkan bahwa power pose mampu meningkatkan hormon testosteron yang berkaitan dengan rasa percaya diri, sekaligus menurunkan hormon kortisol pemicu stres. Dengan kata lain, tubuh sedang “dibohongi” agar merasa lebih kuat dan siap menghadapi panggung.
Baca juga: “Dopamine Detox” Bukan Hanya Istilah, Dosen UBSI Kenalkan Latihan Fokus 3 Hari
Cheat Code 2: Cari Satu Wajah yang Bersahabat
Saat sudah berdiri di depan audiens, jangan memandang ruangan sebagai kerumunan besar yang mengintimidasi. Bambang menyarankan untuk segera mencari satu orang yang terlihat ramah dan responsif, lalu fokus berbicara seolah-olah hanya kepadanya selama 30 detik pertama.
Cara ini membantu otak mengubah situasi presentasi menjadi percakapan personal, bukan pertunjukan yang menegangkan. Perlahan, rasa cemas pun menurun dan alur bicara menjadi lebih lancar.
Cheat Code 3: Gunakan “Peta Bicara”, Bukan Naskah
Kesalahan yang sering terjadi adalah mencoba menghafal naskah presentasi dari awal hingga akhir. Bambang menyarankan pendekatan berbeda, yakni membuat “peta bicara” berisi tiga hingga lima kata kunci utama.
Dengan memahami urutan dan inti dari setiap kata kunci, pembicara tidak akan panik meski lupa satu kalimat. Presentasi pun terasa lebih natural, fleksibel, dan otentik—hal yang justru membuat audiens lebih terhubung.
Melalui pendekatan ini, Bambang menegaskan bahwa kemampuan presentasi tidak kalah penting dari penguasaan materi. Di UBSI kampus Tasikmalaya, mahasiswa dibiasakan mempresentasikan proyek mereka secara rutin sebagai bagian dari proses belajar.
Latihan tersebut menjadi semacam “gym” untuk melatih kepercayaan diri. Dengan paparan yang konsisten, rasa grogi perlahan berkurang, sementara kemampuan menyampaikan ide justru semakin terasah. Presentasi pun tidak lagi menjadi momok, melainkan keterampilan yang bisa dikuasai siapa saja.
Oleh: Bambang Kelana Simpony, dosen UBSI kampus Tasikmalaya