UBSI Perkuat SPMI Lewat Webinar Nasional, Kampus Digital Kreatif Siap Hadapi Akreditasi 2026
BSINews, Jakarta–Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA) UBSI dalam webinar nasional bertajuk “Panduan Praktis Menyusun Perangkat SPMI untuk Perguruan Tinggi” yang diselenggarakan oleh eCampuz secara daring pada Kamis (26/2) melalui Zoom.
Webinar ini menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Ir. Nova Rijati, S.Si., M.Kom, IPU, ASEAN Eng., praktisi dan asesor BAN-PT/LAM-PT sekaligus Kepala Penjaminan Mutu dan Guru Besar di Universitas Dian Nuswantoro.
Baca juga:UBSI Mantapkan Mutu Pendidikan Lewat RTL 2025, Siap Bersaing di Level Global
UBSI Perkuat SPMI Lewat Webinar Nasional
Dalam kegiatan tersebut, dibahas berbagai aspek strategis penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), meliputi:
• Langkah sistematis menyusun kebijakan, standar, manual, dan formulir mutu;
• Identifikasi kesalahan umum dalam penyusunan dokumen SPMI;
• Digitalisasi dokumen mutu untuk mendukung tata kelola perguruan tinggi berbasis data dan akuntabel.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya integrasi antar dokumen mutu serta konsistensi implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai fondasi sistem penjaminan mutu berkelanjutan.
Kepala BPMA UBSI, Lita Sari Marita, M.Kom, menegaskan bahwa partisipasi dalam webinar ini merupakan bagian dari strategi institusi untuk meningkatkan kualitas perangkat SPMI secara adaptif terhadap regulasi terbaru dan transformasi digital.
“Kegiatan ini memberikan penguatan perspektif praktis dalam menyusun perangkat SPMI yang tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan regulatif, tetapi juga menjadi instrumen manajerial untuk peningkatan mutu berkelanjutan. Kami memastikan setiap dokumen memiliki keterukuran, konsistensi implementasi, serta relevansi dengan kebutuhan akreditasi dan tata kelola institusi modern,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (27/2).
Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas tim penjaminan mutu menjadi investasi strategis dalam menjaga reputasi akademik dan daya saing institusi.
Melalui partisipasi aktif dalam forum nasional ini, BPMA UBSI memperoleh insight strategis dalam pengembangan dokumen mutu yang lebih terstruktur, terdigitalisasi, dan berbasis evaluasi kinerja.
Baca juga:UBSI Gelar Rapat Sinkronisasi Program Kerja untuk Wujudkan Rencana Strategis Universitas
Langkah ini sejalan dengan komitmen Universitas Bina Sarana Informatika sebagai Kampus Digital Kreatif dalam membangun sistem penjaminan mutu yang tidak sekadar administratif, melainkan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Keikutsertaan dalam webinar nasional menjadi bagian dari strategi konkret UBSI dalam memperkuat tata kelola mutu, meningkatkan kesiapan akreditasi, serta menumbuhkan budaya mutu di seluruh unit kerja.
Dengan penguatan berkelanjutan pada sistem penjaminan mutu internal, UBSI optimis mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan industri digital, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.