UBSI Mantapkan Mutu Pendidikan Lewat RTL 2025, Siap Bersaing di Level Global
BSINews, Jakarta–Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses menggelar Rencana Tindak Lanjut (RTL) 2025 pada Senin-Rabu, 15–17 September 2025 secara hybrid, di Aula Gedung Rektorat UBSI dan melalui Zoom Meeting Conference. Kegiatan ini mengusung tema “Sinkronisasi Program dan Kegiatan UPPS dengan Rencana Strategis Perguruan Tinggi” serta diikuti 96 peserta dari unsur rektorat, dekanat, pimpinan program studi, biro/bagian, dan unit kerja.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan tinggi melalui sinkronisasi program dan kegiatan akademik dengan rencana strategis universitas.
Baca juga: Kampus Unggul vs Negeri Mana yang Benar-Benar Menentukan Masa Depanmu?
UBSI Gelar RTL 2025
Acara dibuka oleh MC Lisda Widiastuti. Sambutan sekaligus materi utama disampaikan oleh Rektor UBSI, Prof Dr Ir Mochamad Wahyudi, M.Kom, MM, M.Pd, IPU, ASEAN Eng., yang menekankan pentingnya penerapan mutu pendidikan tinggi sesuai Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025.
“Peningkatan mutu pendidikan tinggi tidak bisa hanya dijalankan secara parsial, melainkan harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Melalui RTL 2025 ini, kita ingin memastikan bahwa setiap unit pengelola program studi bergerak seirama dengan rencana strategis UBSI, sehingga visi kita menjadi perguruan tinggi unggul di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi dapat terwujud,” ujar Prof Wahyudi.
Materi inti RTL dipaparkan oleh Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA), Lita Sari Marita, M.Kom, bersama Suparni, M.Kom selaku Kepala Pusat Penjaminan Mutu. Mereka menyoroti sejumlah perubahan strategis, di antaranya:
• Penetapan SN Dikti yang wajib dipenuhi setiap perguruan tinggi (14 standar) serta standar UBSI sesuai regulasi terbaru.
• Persiapan akreditasi internasional IABEE untuk salah satu prodi Fakultas Teknik dan Informatika.
• Implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) di seluruh program studi.
• Pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbasis sistem informasi.
Menurut Lita, RTL 2025 bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum penting untuk memperkuat standar mutu UBSI di level nasional maupun internasional.
“RTL 2025 menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, mulai dari penguatan kurikulum OBE, optimalisasi sistem tracer study dan LPPM, hingga penyelarasan indikator mutu dengan instrumen akreditasi nasional maupun internasional. Semua ini kita siapkan agar UBSI semakin siap bersaing di level global,” jelas Lita dalam keterangan rilis yang diterima, pada Kamis (18/9).
Selain menyepakati 15 indikator sinkronisasi program dan kegiatan UPPS dengan Renstra UBSI, kegiatan ini juga menghasilkan dokumen program kerja prioritas dari masing-masing unit. Dokumen tersebut disusun tidak hanya merujuk pada rencana strategis universitas atau fakultas, tetapi juga memperhatikan hasil audit internal.
Baca juga: Tak Sekadar Orientasi! SEMOT UBSI 2025 Jadi Momentum Lahirnya Generasi Unggul
Sebagai tindak lanjut, BPMA bersama Gugus Kendali Mutu (GKM) dan Unit Jaminan Mutu (UJM) akan melakukan pemantauan RTL melalui laman spmi.bsi.ac.id. Pemantauan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni Pantau 1 (tiga bulan setelah RTL) dan Pantau 2 (enam bulan berikutnya), untuk memastikan rekomendasi dapat ditindaklanjuti secara konsisten.
Dengan terselenggaranya RTL 2025 ini, Universitas BSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu pendidikan, serta memastikan sinkronisasi berkelanjutan demi mencetak lulusan unggul, adaptif, dan berdaya saing global.