Bangun Linearitas Tri Dharma, LPPM UBSI Kampus Pontianak Ajak Dosen Jadikan Riset sebagai Kompas Akademik
BSINews, Pontianak — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak mengajak dosen untuk memperkuat linearitas Tri Dharma melalui kegiatan yang digelar secara daring pada Jumat (27/3). Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan rapat evaluasi dan koordinasi pengajaran Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika.
Dalam sesi tersebut, LPPM menekankan pentingnya keterkaitan antara penelitian, pengabdian kepada masyarakat (PkM), dan pengajaran sebagai satu kesatuan yang saling terhubung dan berkelanjutan. Materi disampaikan oleh Latifah dari LPPM UBSI kampus Pontianak, serta diperkuat oleh ketua program studi Informatika, Lisnawanty.
Riset sebagai Arah Utama Tri Dharma
Dalam pemaparannya, Latifah mengingatkan kembali bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012. Namun, ia menekankan bahwa ketiga unsur tersebut seharusnya tidak berjalan secara terpisah.
“Selama ini masih banyak dosen yang meneliti satu hal, lalu mengabdi dengan tema yang berbeda. Padahal, aktivitas Tri Dharma sebaiknya berakar dari satu tema riset utama yang konsisten,” ujar Latifah dalam rilis yang diterima di Pontianak pada Minggu (29/3).
Menurutnya, linearitas bukan sekadar aspek administratif, melainkan strategi akademik yang menentukan kedalaman keahlian dosen, kualitas luaran, serta peluang dalam memperoleh hibah penelitian, baik nasional maupun internasional.
Bangun Ekosistem Riset yang Terintegrasi
Lebih lanjut, Latifah menjelaskan bahwa langkah awal membangun linearitas dapat dimulai dari penetapan tema riset utama yang menjadi arah seluruh aktivitas akademik. Dari tema tersebut, penelitian dikembangkan, kemudian hasilnya diimplementasikan dalam kegiatan PkM, serta diintegrasikan dalam proses pembelajaran.
“Jika penelitian kita tentang sistem informasi untuk UMKM, maka PkM dapat berupa pendampingan UMKM, dan di kelas mahasiswa dilibatkan dalam kasus yang sama. Di situlah linearitas terbangun,” jelasnya.
Baca juga: Dari Iseng Saat Libur, Mahasiswa UBSI Kampus Purwokerto Ini Justru Jadi Juara AI Internasional
Dalam sesi yang sama, LPPM juga memaparkan tantangan yang masih dihadapi, seperti belum konsistennya tema riset dosen serta rendahnya jumlah proposal hibah yang diajukan. Sebagai solusi, LPPM memperkenalkan berbagai peluang hibah, mulai dari skema DIKTI, Kemenristek/BRIN, hibah internal UBSI, hingga program internasional.
“Hibah akan lebih mudah diraih ketika rekam jejak penelitian dan PkM sudah linear. Konsistensi menjadi salah satu penilaian penting bagi reviewer,” tambahnya.
Perkuat Identitas Riset Dosen
Menanggapi hal tersebut, Lisnawanty mendorong dosen untuk mulai membangun identitas riset yang jelas dan berkelanjutan.
“Kami berharap dosen UBSI kampus Pontianak memiliki arah riset yang konsisten. Dari tema yang kuat, penelitian dan PkM akan berkembang dengan lebih terarah. LPPM dan program studi siap mendampingi proses tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Modal Iseng dan Trial Error, Mahasiswa UBSI Kampus Purwokerto Jadi Winner Google Gemini Arena 2026
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif melalui LPPM berperan dalam mendampingi dosen untuk membangun ekosistem Tri Dharma yang terintegrasi, sehingga setiap kegiatan akademik memiliki arah yang jelas dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui kegiatan ini, LPPM UBSI kampus Pontianak menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam mendukung dosen mengembangkan riset yang terarah, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.(Siti Hafizah)