Seru dan Edukatif! Dosen UBSI Ajarkan Coding Lewat Game Scratch ke Siswa Walet Puti Depok
BSINews, Depok–Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi digital generasi muda melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Kali ini, UBSI menggelar pelatihan bertema “Peningkatan Kreativitas Digital Melalui Pelatihan Pembuatan Game Sederhana Berbasis Scratch” bagi siswa Pencak Silat Walet Puti di Jl. H. Terin, Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, pada Minggu (19/4).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini diikuti oleh 20 siswa usia 8 hingga 16 tahun. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi Scratch sebagai media pembelajaran pemrograman yang interaktif, sekaligus melatih pola pikir logis, sistematis, dan kreatif sejak dini.
Baca juga:Perkuat Tata Kelola Organisasi, Dosen UBSI Gelar Pelatihan untuk LAZIZMU Kayu Manis Tengah
Dosen UBSI Ajarkan Coding Lewat Game Scratch
Scratch dipilih karena mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, di mana siswa dapat langsung melihat hasil dari kode yang mereka buat dalam bentuk animasi atau game sederhana. Selain itu, penggunaan Scratch dinilai efektif untuk membuka akses pembelajaran teknologi bagi anak-anak secara lebih mudah.
Kegiatan ini dipimpin oleh Mari Rahmawati selaku Ketua Pelaksana, dengan Wangsit Supeno sebagai Koordinator Tutor, Ade Fitria Lestari sebagai Tim Tutor, serta Rusma Insan Nurachim sebagai Tutor Utama.
Dalam sambutannya, Mari Rahmawati menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bentuk kontribusi nyata dosen UBSI dalam dunia pendidikan.
“Kami dosen-dosen UBSI menyelenggarakan pelatihan ini sebagai wujud kontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Kami berharap siswa dapat mengekspresikan ide-ide positif melalui media digital serta meningkatkan kreativitas belajar dengan teknologi yang menyenangkan,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (21/4).
Sementara itu, tutor kegiatan, Wangsit Supeno, menekankan bahwa pembelajaran Scratch tidak hanya soal membuat game, tetapi juga membangun cara berpikir.
Baca juga:Pelatihan ChatGPT di TPQ Darul Hikmah Depok, UBSI Dorong Kreativitas Gambar Digital Siswa
“Melalui Scratch, siswa belajar menyusun logika, memahami alur, dan mengembangkan kreativitas. Ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi perkembangan teknologi di masa depan,” jelasnya.
Materi pelatihan disampaikan secara interaktif dengan pendekatan praktik langsung. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, aktif bertanya saat mengalami kesulitan, dan mampu menghasilkan karya game sederhana dengan bimbingan tutor.
Melalui kegiatan ini, UBSI berharap para peserta tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kreatif dan produktif. Selain itu, guru diharapkan dapat mengintegrasikan Scratch ke dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga literasi digital siswa terus berkembang sejak usia dini.