Dari Warung ke Spreadsheet, Dosen UBSI Latih UMKM Desa Ragajaya Naik Kelas Lewat Microsoft Excel

0 31

BSINews, Bogor – Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak pernah benar-benar selesai di ruang kelas. Ada satu bagian penting yang justru hidup di tengah masyarakat, yaitu Pengabdian Masyarakat. Dari sana, ilmu diuji bukan lewat ujian akhir semester, tapi lewat seberapa besar ia bisa membantu orang lain bertahan dan berkembang.

Semangat itu yang dibawa dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) bertajuk pelatihan pemanfaatan Microsoft Excel sebagai inovasi digital dalam optimalisasi pengelolaan usaha bagi Forum UMKM Desa Ragajaya, Bogor.

Baca juga: UBSI Kampus Bogor Dukung Peningkatan Kapasitas Digital Koperasi Sejahtera 83 Lewat Pelatihan Spreadsheet

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, bertempat di kantor sekretariat IGRA dan KKRA Bojonggede, Bogor. Bukan sekadar pelatihan biasa, kegiatan ini lahir dari persoalan yang nyata, banyak pelaku UMKM masih mengelola penjualan, inventaris, hingga keuangan secara manual, yang sering kali berujung pada pencatatan yang tidak rapi, sulit dipantau, bahkan rawan kesalahan.

Padahal, di era ketika satu file Excel bisa menyelamatkan banyak keputusan bisnis, pencatatan manual kadang terasa seperti berlari di tempat.

Melihat kondisi tersebut, pihak kampus bersama Rodijah selaku Ketua Forum UMKM Desa Ragajaya, sepakat menghadirkan pelatihan yang lebih praktis dan langsung bisa diterapkan. Microsoft Excel dipilih bukan karena rumit, justru karena ia sederhana, familiar, dan sangat efektif jika digunakan dengan benar.

Ketua pelaksana kegiatan PM, Susi Susilowati memimpin jalannya program bersama tim dosen lainnya. Omar Pahlevi bertugas sebagai tutor utama, sementara A.A. Gede Ajusta menyusun modul pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Suwarsito turut mendukung kebutuhan teknis kegiatan, serta dibantu dua mahasiswa UBSI, Sayyidi Kandayas yang menangani administrasi, absensi, dan dokumentasi, serta Ghazia Gasaki yang bertugas merekap kuisioner dan laporan kegiatan.

Metode pelatihan dibuat sesederhana mungkin langsung praktik. Tidak ada teori yang terlalu mengawang. Peserta diajak memahami cara membuat pencatatan data penjualan, inventaris, hingga laporan keuangan secara otomatis menggunakan fungsi dasar Excel seperti SUM, AVERAGE, dan COUNT.

Setelah praktik, peserta juga diberikan studi kasus agar mereka benar-benar memahami bagaimana digitalisasi sederhana bisa membantu usaha mereka berjalan lebih profesional.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Rodijah selaku Ketua Forum UMKM Desa Ragajaya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa antusias dan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, untuk terus bisa meningkatkan pengelolaan usaha yang kami jalankan lebih profesional lagi,” ujar Rodijah, Sabtu (25/4).

Kalimat itu sederhana, tapi cukup menjelaskan satu hal penting, kadang yang dibutuhkan UMKM bukan modal besar, melainkan pengetahuan yang tepat.

Baca juga: Belajar Spreadsheet, Dari Tabel Biasa Jadi Bekal Masa Depan

Suasana pelatihan berlangsung cair dan penuh kekeluargaan. Sesi tanya jawab berjalan aktif, peserta tidak ragu bertanya, bahkan beberapa di antaranya meminta tambahan materi untuk pelatihan berikutnya. Itu pertanda baik artinya ilmu yang datang benar-benar terasa berguna.

Karena pada akhirnya, pengabdian masyarakat bukan soal datang, memberi materi, lalu pulang. Tapi tentang meninggalkan sesuatu yang bisa terus dipakai setelah semua kursi dilipat dan ruangan kembali sepi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.