BSINews, Bekasi – Program Studi (Prodi) Pariwisata Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang, Bekasi menggelar Stadium General bertema “Trends and Creativity Industry” pada Selasa (2/6). Kegiatan yang berlangsung di Wisma BSI, Kaliabang, Bekasi, Jawa Barat ini, diikuti mahasiswa Progdi Pariwisata dan Prodi Perhotelan.
Nova Yudha, Staf Prodi Pariwisata UBSI, mengatakan, kegiatan Stadium General ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam membekali mahasiswa dengan wawasan yang relevan terhadap perkembangan industri global.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya kreativitas dan inovasi dalam industri pariwisata. Kehadiran narasumber internasional memberikan perspektif yang lebih luas sehingga mahasiswa dapat memahami tren industri kreatif yang berkembang di berbagai negara dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja di masa depan,” ujar Nova.
Baca juga: Jejak Dosen UBSI Menggali Pesona Benteng Vredeburg untuk Pembelajaran Pariwisata Modern
Lanjutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri kreatif, inovasi, dan tren global yang semakin memengaruhi sektor pariwisata dan perhotelan.
“Melalui forum akademik ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami peluang dan tantangan industri kreatif di era modern sekaligus mengembangkan pola pikir yang lebih inovatif,” tambahnya.
Hadir sebagai narasumber Prof. Shaik Azahar Shaik Hussain dari Faculty of Applied and Creative Arts, University of Malaysia Sarawak (UNIMAS), Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, ia membawakan materi berjudul “Tourism and Orange Industry: Malaysia vs Japan Market Comparison“.
Prof. Shaik Azahar menjelaskan perkembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Malaysia dan Jepang. Ia juga memaparkan bagaimana kreativitas menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata dan produk kreatif di tingkat global.
Sementara itu, Nova berharap, melalui perbandingan pasar kedua negara tersebut, peserta dapat memperoleh gambaran mengenai berbagai strategi pengembangan industri kreatif yang dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata. Pembahasan juga mencakup pentingnya inovasi, pemanfaatan budaya lokal, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan tren dan kebutuhan wisatawan.
“Selain memperkaya pemahaman akademik, kegiatan ini juga membuka perspektif mahasiswa terhadap praktik dan perkembangan industri di tingkat internasional. Kehadiran akademisi dari luar negeri memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami dinamika industri kreatif dari sudut pandang global,” ujarnya.