Mahasiswa UBSI Bantu UMKM Tingkatkan Branding dan Kemasan
BSINews, Jakarta – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Sosialisasi Strategi Branding dan Desain Kemasan Produk Makanan Ringan agar Lebih Kompetitif di UMKM Warung Bu Sulis, kawasan Kramat, Jakarta Pusat, pada Senin (8/6).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendukung pengembangan usaha mikro melalui penguatan identitas merek dan desain kemasan produk. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai strategi branding, pentingnya identitas visual usaha, hingga pendampingan pembuatan logo dan desain kemasan yang lebih menarik.
Warung Bu Sulis merupakan UMKM yang mulai beroperasi pada akhir April 2026. Usaha tersebut menjual berbagai makanan ringan, terutama risol dan cireng dengan beragam varian rasa. Produk risol hadir dalam pilihan matcha, cokelat, ayam suwir pedas, smoked beef, dan tiramisu oreo, sedangkan cireng tersedia dengan isian keju, bakso, ayam, dan jando. Dari berbagai produk tersebut, varian cokelat dan smoked beef menjadi yang paling diminati pelanggan.
Baca juga: Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat, Bantu Pokdakan Sebarkan Informasi Digital
Sebelum memberikan pendampingan, tim mahasiswa melakukan observasi dan wawancara langsung dengan pemilik usaha. Langkah ini dilakukan untuk memahami karakteristik bisnis, produk unggulan, serta kebutuhan pemasaran yang dimiliki Warung Bu Sulis.
Hasil diskusi menunjukkan bahwa usaha tersebut masih menggunakan kemasan sederhana dan belum memiliki identitas merek yang konsisten. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan dalam meningkatkan daya tarik produk di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Isnanda Mario Yogi, mengatakan bahwa branding dan kemasan memiliki peran penting dalam membangun citra produk di mata konsumen.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu pelaku UMKM memahami bahwa kemasan dan identitas merek bukan hanya pelengkap, tetapi juga menjadi sarana komunikasi yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan,” kata Isnanda.
Sebagai tindak lanjut, tim mahasiswa merancang logo usaha yang mencerminkan karakter produk Warung Bu Sulis. Selain itu, mereka juga membuat desain kemasan yang lebih profesional agar produk memiliki nilai tambah saat dipasarkan.
Menurut Isnanda, solusi yang diberikan tidak hanya mempertimbangkan aspek visual, tetapi juga kondisi usaha yang masih dalam tahap berkembang.
“Kami menawarkan penggunaan stiker merek sebagai alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan kemasan cetak penuh. Dengan cara ini, pelaku UMKM tetap dapat membangun identitas produk tanpa harus terbebani biaya produksi yang besar,” ujarnya.
Pemilik Warung Bu Sulis menyambut positif kegiatan tersebut. Logo dan desain kemasan yang diberikan dinilai dapat langsung diterapkan untuk mendukung promosi dan memperkuat identitas usaha yang sedang dirintis.
Isnanda berharap pendampingan semacam ini dapat menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu pelaku usaha kecil menghadapi tantangan pemasaran. Menurut dia, kolaborasi antara perguruan tinggi dan UMKM dapat menghasilkan solusi yang aplikatif serta sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Harapan kami, Warung Bu Sulis dapat terus berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik. Branding yang kuat dan kemasan yang menarik dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” tutur Isnanda.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa UBSI menunjukkan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan pelaku UMKM dapat memberikan manfaat langsung bagi pengembangan usaha lokal. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih berkelanjutan di tengah persaingan bisnis yang terus berkembang.