HIMAIF UBSI Bekali Generasi Muda Hadapi Ancaman Siber Lewat Seminar Garda Digital 2026

0 10

BSINews, Jatiwaringin — Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMAIF) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif sukses menggelar Seminar Garda Digital 2026 bertema “Lindungi Privasi, Amankan Karier: Waspada Ancaman AI” pada Sabtu (27/6) di Aula UBSI kampus Jatiwaringin. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keamanan digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

HIMAIF UBSI Bekali Generasi Muda Hadapi Ancaman Siber Lewat Seminar Garda Digital 2026

Seminar diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Pelaksana, Irham Muhammad Shidiq. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa meningkatnya ancaman siber menuntut setiap individu memiliki literasi digital yang baik agar mampu melindungi data pribadi sekaligus menjaga keamanan karier di masa depan.

“Seminar ini kami selenggarakan karena keamanan digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Kami berharap peserta memperoleh bekal untuk melindungi diri di dunia maya, menjaga privasi, serta memahami berbagai ancaman teknologi yang terus berkembang,” ujar Irham dalam keterangan rilis yang diterima di Jatiwaringin Sabtu (27/6).

Baca Juga : AI Revolusioner dalam Keamanan Siber: Indonesia Perkuat Pertahanan Digital Hadapi Ancaman Modern

Pada sesi pertama, Content Engineer Hack The Box, Yudisthira Arya Mutamang, membahas berbagai ancaman keamanan siber yang kerap ditemui masyarakat, mulai dari bahaya penggunaan jaringan Wi-Fi publik, serangan Evil Twin Network, DNS Spoofing, hingga pentingnya penggunaan protokol HTTPS untuk melindungi data pengguna saat beraktivitas di internet.

Ia juga mengingatkan peserta mengenai bahaya oversharing di media sosial. Menurutnya, kebiasaan membagikan data pribadi seperti nomor identitas, tiket perjalanan, maupun informasi lokasi dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber melalui teknik Open Source Intelligence (OSINT) untuk melakukan pencurian identitas maupun tindakan kriminal lainnya.

Sementara itu, Lead Reverse Engineering, Renko Varel Angelo, menjelaskan bahwa sebagian besar serangan siber saat ini justru memanfaatkan kelemahan manusia melalui teknik phishing. Ia mencontohkan bagaimana pelaku memanfaatkan rasa takut, rasa penasaran, hingga otoritas palsu untuk mengelabui korban agar memberikan akses terhadap akun maupun data pribadi.

Renko juga mengulas kasus kebocoran Pusat Data Nasional (PDN) sebagai pembelajaran penting mengenai pentingnya budaya keamanan informasi. Ia menegaskan bahwa penggunaan kata sandi yang kuat, aktivasi Two-Factor Authentication (2FA), pengamanan akun pemulihan, serta pemantauan aktivitas login secara berkala menjadi langkah dasar yang wajib diterapkan setiap pengguna.

Baca Juga : Kunjungan Industri ke Ditreskrimsus Polda Kalbar, Mahasiswa Prodi Informatika UBSI Kampus Pontianak Pelajari Keamanan Siber dan Digital Forensik

Diskusi semakin menarik ketika sesi talkshow membahas perkembangan ancaman berbasis AI. Narasumber menjelaskan bahwa teknologi deepfake kini mulai dimanfaatkan kelompok kejahatan siber untuk memalsukan wajah maupun suara seseorang, termasuk dalam proses rekrutmen kerja. Selain itu, peserta juga diingatkan agar lebih bijak menggunakan layanan AI gratis karena data yang diunggah berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pelatihan sistem sehingga dapat menimbulkan risiko terhadap privasi pengguna.

Melalui Seminar Garda Digital 2026, HIMAIF UBSI kampus Jatiwaringin berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga keamanan digital, mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, serta siap menghadapi berbagai tantangan di era transformasi digital. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen HIMAIF dalam menghadirkan program edukatif yang mendukung peningkatan literasi teknologi dan keamanan siber di kalangan mahasiswa maupun masyarakat. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.